Suara.com - HIV AIDS di Tulungagung Kian Tinggi, Sebulan Rata-Rata 30 Orang Terdeteksi
Angka pengidap HIV AIDS kian bertambah di Tulungagung, Jawa Timur.
Jumlah kasus HIV AIDS ini dipastikan terus bertambah seiring temuan hasil VCT (voluntary Counseling and Testing) di RSUD dr Iskak maupun Puskesmas Campurdarat serta kegiatan pemeriksaan (screening) keliling yang dilakukan petugas kesehatan.
"Namun, memang tidak semua ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) yang ditemukan berasal dari Tulungagung. Sejauh ini selalu ada pasien yang datang pada malam hari, atau sembunyi-sembunyi," kata Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Tulungagung Didik Eka di Tulungagung, Kamis 13 September 2019 seperti mengutip Antara.
Ia mengungkapkan, hingga akhir Agustus ini ODHA baru yang teridentifikasi sebanyak 16 penderita.
Jumlah HIV AIDS ini sebenarnya jauh menurun dibanding temuan bulan sebelumnya (Juli) dimana angka ODHA pada periode itu sempat melonjak sebanyak 56 penderita.
"Kalau bulan ini (September) belum ada data resminya. Masih terus diinventarisir. Semoga tidak melonjak lagi," katanya.
Didik mengatakan, total kasus HIV AIDS di daerah itu terhitung sejak dibentuknya Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Tulungagung pada 2006 adalah sebanyak 2.543 orang.
Angka ini sudah termasuk jumlah ODHA yang teridentifikasi pada kurun 2019 sebanyak 262 orang.
Baca Juga: Penelitian Sebut Ibu dengan HIV/AIDS Bisa Menyusui, Asalkan ...
"Kalau dirata-rata, setiap bulan ada sekitar 30-an penderita terdeteksi," katanya.
Di Tulungagung, penularan HIV AIDS mayoritas disebabkan hubungan seks dengan rasio sekitar 95 persen. Selebihnya, hanya sedikit penderita yang tertular virus jahat itu akibat penggunaan jarum suntik (penasun) secara sembarangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?