Suara.com - Kabut Asap Semakin Pekat, Siswa di Jambi Diimbau Gunakan Masker
Kualitas udara yang semakin buruk akibat kabut asap membuat pemerintah Kota Jambi mengeluarkan imbauan untuk warganya.
Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, meminta agar siswa dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk selalu menggunakan masker.
"Saat ini Kota Jambi dalam kondisi kabut asap, diingatkan untuk selalu memakai masker, karena kondisi udara statusnya sangat tidak sehat," ujarnya, dilansir Antara.
Fasha mengatakan yang terjadi di kota itu bukan sekedar kabut asap, namun kabut asap tersebut telah bercampur dengan partikel debu akibat kebakaran hutan dan lahan. Jika partikel debu tersebut terhirup maka akan sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
Fasha turut mengimbau seluruh kepala sekolah untuk dapat membuat grup-grup Whatsapp. Antara sesama kepala sekolah, grup whatsaap antara kepala sekolah dan guru, serta grup whatsaap antara guru dan wali murid.
Tujuan dibuatnya grup Whatsapp tersebut untuk mempercepat penyampaian informasi atau maklumat yang di keluarkan oleh pemerintah kota, karena jika kualitas udara berada dalam kategori sangat tidak sehat atau berbahaya maka pemerintah akan mengeluarkan maklumat untuk meliburkan siswa sekolah.
"Maklumat atau informasi tersebut kami keluarkan pada malam hari, karena perubahan kualitas udara tersebut cenderung terjadi pada malam hari," kata Syarif Fasha.
Kualitas udara cenderung berubah menjadi lebih buruk pada malam hari karena tekanan udara pada malam hari lebih rendah, sehingga kabut asap dan partikel debu yang berterbangan di atas turun ke bawah.
Baca Juga: Awas Terpapar Polusi, Ini 4 Manfaat Pakai Masker Mulut
Hal tersebut diperburuk jika hembusan angin yang membawa kabut asap dari daerah kejadian kebakaran hutan dan lahan menuju kota itu. Hal itulah yang menyebabkan kabut kualitas udara di kota itu sangat tidak sehat dan bisa menjadi berbahaya.
Sementara itu, terkait kebijakan kegiatan belajar mengajar diserahkan kepada sekolah masing-masing. Jika kualitas udara tidak memungkinkan, sekolah dapat mengurangi jam pelajaran, terutama pelajaran yang dilaksanakan di luar ruangan seperti mata pelajaran penjaskes.
"Untuk kebijakan belajar mengajar kita serahkan ke pihak sekolah, namun terkait libur sekolah akibat kabut asap menunggu maklumat dari pemerintah kota," kata Syarif Fasha. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak