Suara.com - Bagi beberapa orang, tidur siang dapat mengembalikan energi yang sudah habis akibat aktivitas di pagi hari.
Berbeda dengan tidur malam yang membutuhkan waktu 8 jam, tidur siang sebenarnya hanya memerlukan beberapa menit saja. Namun hal ini tergantung pada suia dan siklus tidur pribadi.
Melansir Medical News Today, National Sleep Foundation merekomendasikan untuk mengambil waktu 20 menit tidur siang agar tubuh menjadi lebih segar.
Durasi tidur siang dapat bervariasi pada setiap orang, tetapi sebagian besar pakar setuju waktu tidur siang yang lebih pendek akan lebih baik jika tujuan seseorang adalah bangun dengan perasaan segar dan waspada.
Namun, mungkin juga ada manfaatnya untuk tidur siang yang lebih lama.
Misalnya, hasil sebuah studi 2019 menunjukkan tidur siang 25, 35 dan 45 menit secara signifikan dapat mengurangi tanda-tanda stres dan kelelahan pada pria yang aktif secara fisik.
Tidur dengan waktu ini juga meningkatkan fokus dan kinerja fisik mereka.
Tetapi, National Sleep Foundation juga memperingatkan bahwa tidur siang dengan waktu yang lama akan menyebabkan seseorang merasa pusing karena mereka harus beradaptasi dari tidur pulasnya.
Jika orang dewasa membutuhkan 15 hingga 20 menit untuk tdiur siang yang ideal, balita, anak kecil dan remaja memiliki waktu tidur siang ideal yang berbeda.
Baca Juga: Sengaja Tidur Siang atau Ketiduran? Beda Efeknya di Tubuh, Lho
Bayi yang baru lahir dan baik yang sudah lebih tua, tidur hampir sepanjang hari karena perkembangan mereka membutuhkan banyak energi.
Balita dan anak kecil akan mulai memiliki pola tidur yang teratur, tetapi mereka masih bisa mendapat manfaat dari tidur siang di sore hari.
Sedangkan remaja menghadapi banyak 'tantangan' yang dapat membuat mereka merasa lelah, seperti perubahan hormon, belajar dan masa sekolah. Satu studi 2019 menemukan durasi tidur siang terbaik untuk remaja adalah sekitar 30-60 menit.
Berita Terkait
-
Power Nap Berapa Lama yang Ideal? Disarankan Dokter Tirta Selama Puasa Ramadan
-
Laba Bank Danamon Tumbuh 14 Persen Jadi Rp4 Triliun pada 2025
-
Pendapatan Anjlok, Emiten CASH Bakal Perbaiki Kinerja Keuangan
-
Pendapatan Jaya Ancol Turun 11,11 Persen Jadi Rp1,12 Triliun
-
Kesulitan Keuangan, Wendy'S Tutup Ratusan Gerai di Amerika Serikat
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi