Suara.com - Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A yang terjadi di Depok, Jawa Barat, diketahui telah menginfeksi sebanyak 171 dari 262 orang yang menjalani pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT).
Hal ini pun membuat Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, dr. Irsan Hasan, Sp. PD. KGEH, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi, terutama sayuran mentah.
"Sebetulnya yang penting dibilas. Jadi, kalau mau makan, dicuci dibersihkan. Jadi tetap boleh makan lalap asal dibersihkan, karena nggak mungkin lalap itu dipanaskan sampai 90 derajat. Jadi, sekali lagi kebersihan," terang dr. Irsan.
Ia menambahkan, virus dapat masuk ke usus dan berkembang hingga menyebar ke hati. Ketika manusia buang air besar, virus pun otomatis akan terbawa.
Apabila orang tersebut tidak mencuci tangan dengan benar setelahnya dan memegang makanan, virus dapat mengontaminasinya dan menular ke orang lain.
Tapi untungnya, seseorang yang sudah pernah sembuh dari hepatitis A memiliki kemungkinan untuk tidak terinfeksi lagi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.
"Begitu Anda sembuh dari hepatitis A, tubuh mengembangkan antibodi yang melindungi Anda seumur hidup," tulis CDC.
Antibodi merupakan zat yang ditemukan dalam darah yang iproduksi tubuh sebagai respon terhadap virus. Zat ini melindungi tubuh dari penyakit dengan menempel pada virus dan menghancurkannya.
Tes darah untuk kekebalan terhadap hepatitis A disebut Hepatitis A Total Antibody Test. Orang yang telah menderita hepatitis A dan yang telah menerima vaksin hepatitis A menunjukkan antibodi positif terhadap hepatitis A pada tes ini selama sisa hidup mereka.
Baca Juga: Hepatitis A Serang Siswa SMP di Depok, Waspada Keamanan Jajanan Sekolah
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia