Suara.com - Rendahnya angka kesembuhan pada kanker membuat banyak orang pesimis pada pengobatan kanker yang ada. Meski begitu, pengobatan kanker sendiri tidaklah jalan di tempat, melainkan terus berkembang dan memberi harapan kepada para penderitanya. Yang terbaru, ada imunoterapi yang telah disetujui FDA sebagai pengobatan kanker lini pertama. Seperti apa?
Jelang Natal dan Tahun Baru, permintaan daging babi seperti di Sumatera Utara dan Sulawesi Utara meningkat. Namun, belakangan muncul isu yang meresahkan masyarakat bahwa wabah demam babi Afrika (African Swine Flu) telah mengancam Indonesia. Simak penjelasannya!
1. Imunoterapi Disetujui FDA Sebagai Pengobatan Kanker Lini Pertama
Rendahnya angka kesembuhan pada kanker membuat banyak orang pesimis pada pengobatan kanker yang ada. Meski begitu, pengobatan kanker sendiri tidaklah jalan di tempat, melainkan terus berkembang dan memberi harapan kepada para penderitanya. Yang terbaru, ada imunoterapi yang telah disetujui FDA sebagai pengobatan kanker lini pertama.
Pengobatan kanker dengan imunoterapi saat ini telah menjadi perbincangan di seluruh dunia lantaran dianggap sebagai suatu terobosan baru di dunia medis.
2. Wabah Demam Babi Afrika, Kemenkes: Belum Ada Bukti Virus Menyerang Manusia
Wabah Demam Babi Afrika, Kemenkes: Belum Ada Bukti Virus Menyerang Manusia
Wabah demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) yang menyerang hewan ternak babi kembali menghebohkan Indonesia. Kementerian Pertanian sudah memastikan jika ASF telah masuk ke Indonesia, dan Sumatera Utara sebagai wilayah pertama.
Baca Juga: Efek Pornografi Online: Disfungsi Hingga Kekerasan Seksual
3. BPOM Sebut Wabah Demam Babi Tak Pengaruhi Pangan Olahan Babi Jelang Nataru
BPOM Sebut Wabah Demam Babi Tak Pengaruhi Pangan Olahan Babi Jelang Nataru
Jelang Natal dan Tahun Baru permintaan daging babi seperti di Sumatera Utara dan Sulawesi Utara meningkat. Namun, belakangan muncul isu yang meresahkan masyarakat bahwa wabah demam babi Afrika (African Swine Flu) telah mengancam Indonesia.
4. 3 Kesalahpahaman Umum Tentang Pengobatan Kanker di Masyarakat
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat