4. Mengonsumsi makanan penambah ASI
Tubuh memerlukan banyak energi dan nutrisi untuk memproduksi ASI. Oleh sebab itu, ibu menyusui harus mendapatkan asupan makanan tinggi energi dan padat nutrisi.
Bila perlu, Anda pun dapat mengonsumsi makanan yang dinilai mampu menambah produksi ASI.
Agar Anda bisa menyusui dengan optimal saat liburan, berikut adalah beberapa bahan makanan yang sebaiknya Anda konsumsi:
Daging: sapi, kambing, unggas, beserta organ-organnya seperti hati.
Makanan laut: salmon, kerang, ikan laut dan air tawar, serta rumput laut.
Buah dan sayuran: beragam berry, tomat, kol, brokoli, kale, dan bawang putih.
Kacang dan biji-bijian: almond, kenari, biji chia, dan biji rami.
Makanan lainnya: telur, kentang, cokelat hitam, quinoa, oat, dan gandum.
5. Mengelola stres dengan baik
Saat liburan pun, Anda bisa menjumpai berbagai hal yang memicu stres. Stres dapat bersumber dari kemacetan, rasa lelah bepergian, bayi yang rewel, ataupun orang-orang yang berada di sekitar Anda. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengurangi produksi ASI.
Bila memungkinkan, cobalah untuk tetap berupaya menyusui. Rangsangan dari mulut bayi dapat memicu pelepasan hormon yang meredakan stres. Jika cara ini tidak membuahkan hasil, coba lakukan cara-cara berikut:
Menjauhi pemicu stres
Menarik dan mengembuskan napas secara perlahan
Mengungkapkan perasaan kepada orang terdekat
Lebih banyak bergerak
Tidur sejenak
Ada beragam kendala yang akan Anda hadapi selama menyusui saat liburan. Dengan persiapan yang matang dan beberapa penyesuaian, ibu menyusui pun dapat menikmati liburan yang asyik dan nyaman.
Selama liburan, ibu juga disarankan untuk tetap menyusui bayi secara langsung. Alasannya tidak lain karena menyusui secara langsung lebih baik dibandingkan menyimpan banyak stok ASI untuk liburan.
Kebanyakan ibu mungkin kesulitan menyusui saat liburan karena banyak berada di tempat umum.
Baca Juga: Laktasi Ibu Menyusui Masih Rendah, Mungkinkah Cuti Melahirkan 6 Bulan?
Moms juga bisa mengenakan pakaian khusus menyusui ataupun membawa apron menyusui selama bepergian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan