Suara.com - Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dikenal sebagai hormon kehamilan karena diproduksi dalam jumlah besar selama hamil. Kadar puncaknya diproduksi pada minggu ke-8 hingga 11 dan dapat dideteksi dalam urine ibu hamil.
"HCG dalam bentuk biasa diproduksi hampir secara ekslusif oleh wanita hamil oleh sel-sel khusus yang menjadi bagian dari plasenta, yang disebut syncytiotrophoblast," kata dr. Kristina Mixer, dikutip dari Insider.
Ia menjelaskan, peran utama hCG adalah untuk mendukung ovarium dalam produksi hormon progesteron sampai dapat menghasilkan jumlah yang cukup dan membentuk plasenta. Umumnya ini terjadi pada masa kehamilan 10 minggu.
Secara alami hCG akan diproduksi setelah telur yang dibuahi ditanamkan ke dinding rahim. Biasanya diperlukan 9 hingga 14 hari sebelum kadar hCG cukup naik agar dapat terdeteksi oleh tes kehamilan di rumah.
Tetapi, hCG ini tidak hanya diproduksi oleh wanita hamil saja. Ada beberapa situasi yang membuat pria atau wanita tidak hamil memiliki kadar hCG tinggi, seperti:
- Perimenopause
- Respon terhadap kemoterapi
- HCG familial, kondisi genetik yang sangat langka
- Penyakit trofoblas gestasional, yang berhubungan dengan kadar hCG yang sangat tinggi
Pengidap kanker tertentu seperti kanker testis, ovarium, hati, perut dan usus juga dapat memiliki kadar hCG tinggi. Jadi, mengukur kadar hCG pada penderita kanker tersebut dapat mengidentifikasi tumor, mendiagnosis kanker, atau mengevaluasi seberapa baik pengobatan telah bekerja.
"Semua kondisi ini harus didiskusikan dan dikelola oleh dokter atau penyedia layanan kesehatan," jelas Mixer.
Selain kondisi medis, beberapa kasus tingginya hCG adalah hasil dari penyuntikan.
"Kami sering melihat ini pada atlet pria dalam upaya untuk meningkatkan produksi testosteron," lanjutnya lagi. Ini terjadi karena hCG sangat mirip dengan hormon hipofisis LH, yang merangsang produksi testosteron di testis.
Baca Juga: Pernah Idap Toksoplasma, Bagaimana Kondisi Kehamilan Tantri Kotak Sekarang?
HCG juga dapat digunakan sebagai pengidentifikasi Down's Syndrome selama kehamilan.
"Subtipe hCG tertentu dapat diukur untuk memprediksi kemungkinan Down Syndrome mempengaruhi janin," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance