Suara.com - Hingga hari Senin (17/2) ini, belum ada kasus positif virus corona Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut membuat Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO berencana mengirim tim untuk melaksanakan double check atau pengecekan kembali di Indonesia.
Disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto, double check dilakukan di pintu masuk negara, proses pengambilan sampel, teknik pengambilan spesimen, pengiriman spesimen dari rumah sakit ke Balitbang, dan tatalaksana pasien Covid-19 di rumah sakit.
Meski demikian, Yurianto mengatakan bahwa double check dilakukan bukan karena WHO tidak yakin dengan kinerja Indonesia dalam mendeteksi virus corona jenis baru ini, melainkan pentingnya untuk melakukan evaluasi dari pihak eksternal sebagai upaya kontrol kualitas dan jaminan kualitas.
"WHO mengatakan bahwa Indonesia memiliki kapasitas standar di dalam kaitan prosedur pemeriksaan laboratorium, dan WHO sudah melakukan pengecekan ke Balitbang, dan mereka melihat apa yang kita lakukan sudah sesuai standar. (Hal) yang sudah dilakukan adalah double check penerimaan di laboratoriumnya," kata Yuri di Gedung Kemenkes RI, Senin (17/2/2020).
Data terakhir spesimen yang diterima oleh Kemenkes RI, ada 104 spesimen yang masuk dari 135 pintu masuk di Indonesia di 39 rumah sakit. Hasil spesime seluruhnya menunjukkan negatif infeksi corona Covid-19.
Ke-19 provinsi tersebut antara lain DKI Jakarta, Bali, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Utara, Yogya, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jambi, Papua Barat, NTB, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
"Kalau kita lihat sebarannya, ini memang sudah predictable karena mereka yang memiliki penerbangn direct dan kemudian jadi destinasi wisata saudara-saudara kita yang berasal dari Tiongkok," imbuh Yurianto.
Sementara itu, terkait kasus terkait WNI yang dilaporkan positif corona Covid-19 di Singapura dinyatakan mulai membaik.
Sejak 5 Februari, prevalensi kasus baru virus corona Covid-19 di China juga mulai mengalami penurunan. Di sisi lain, kasus penularan di luar China malah mengalami peningkatan.
Berdasarkan laporan terakhir yang diterima oleh Kemenkes RI, korban meninggal dunia akibat corona Covid-19 rata-rata berusia 65 hingga 80 tahun. Kebanyakan pasien hampir semuanya memiliki faktor komorbid atau penyakit penyerta kronis yang sudah diidap dan menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh seseorang.
Baca Juga: Cegah Tertipu Psikolog Abal-abal, 70 Ribu Terinfeksi Virus Corona Covid-19
"Ada yang menderita diabet kronis, ada yang menderita gagal ginjal kronis, jantung yang kronis. Ini yang membuat kondisinya semakin lemah dan lalu gagal organ itu kemudian menyebabkan dia meninggal. Tetapi kalau kita lihat data yang makin banyak yang sembuh ternyata dia adalah kelompok muda, yang badannya sehat dan daya tahan tubuhnya bagus," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!