Suara.com - Seorang pasien corona Covid-19 berkewarganegaraan asing dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020) di Jakarta.
Meski mengidap corona Covid-19, korban yang diketahui berusia 53 tahun tersebut telah lama mengidap penyakit berat seperti hipertensi, diabetes dan paru.
Virus corona Covid-19 sendiri telah menyebabkan 4200 lebih kasus kematian di seluruh dunia.
Dan menurut data dari Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China terhadap 44 ribu kasus corona Covid-19, kelompok yang paling mungkin menjadi korban meninggal dunia karena corona Covid-19 adalah mereka yang berusia tua serta memiliki penyakit penyerta lain yang berbahaya.
Dilansir Suara.com dari BBC, berikut adalah empat penyakit penyerta yang paling banyak diidap oleh korban meninggal dunia terkait infeksi corona Covid-19.
1. Kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular atau penyakit pada jantung menjadi penyakit penyerta paling tinggi yang diidap oleh korban meninggal dunia terkait corona Covid-19. Angkanya tak main-main, lebih dari 10 persen dari seluruh kasus kematian.
Dikutip Suara.com dari Hellosehat.com, istilah penyakit kardiovaskular merujuk pada kondisi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada dan stroke. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja di segala usia, jenis kelamin, pekerjaan dan gaya hidup.
Di Indonesia angka kejadian penyakit jantung dan masalah pembuluh darah juga semakin meningkat. Bahkan menurut Riset Kesehatan Dasar, 15 dari 1000 orang Indonesia menderita masalah kardiovakular.
2. Diabetes
Diabetes atau yang biasa disebut juga penyakit kencing manis merupakan salah satu penyakit kronis yang mematikan.
Baca Juga: Sebelum Meninggal, Rama Aiphama Sempat Rilis Lagu Religi
Menurut seorang pakar gizi, Dr. Marudut Sitompul, B.Sc., MPS, Indonesia menduduki peringkat kedua dengan jumlah pasien diabetes tertinggi di Asia, tepat di bawah India.
Terkait infeksi virus corona Covid-19, orang dengan penyakit diabetes menjadi korban meninggal dunia kedua tertinggi setelah korban dengan penyakit kardiovaskular. Angka kematian lebih dari lima persen korban meninggal dunia, bahkan hampir delapan persen.
3. Masalah pernafasan
Virus corona Covid-19 bekerja menginfeksi saluran pernafasan seseorang. Itu sebabnya pasien corona Covid-19 memiliki gejala seperti demam tinggi, batuk-batuk dan sesak nafas.
Hanya saja, penyakit ini akan lebih mengancam jiwa jika korban memiliki riwayat masalah pernafasan lainnya. Beragam jenis masalah pernafasan antara lain asthma, kanker paru, Penyakit Paru Obstruktif Klinik (PPOK) hingga fibrosis paru.
4. Hipertensi
Hipertensi atau biasa dikenal awam sebagai penyakit tekanan darah tinggi ini berpotensi besar merusak organ dalam tubuh termasuk jantung dan paru-paru. Hal yang menjadi masalah, hipertensi kerap tak terdeteksi.
Bahkan 90 persen kasus hipertensi adalah hipertensi primer atau tidak diketahui penyebabnya. Sisanya merupakan hipertensi bawaan dari penyakit lain yang diidap.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit