Suara.com - Secara global, virus corona baru telah menginfeksi 536.095 ribu dan menyebabkan 24.520 kasus kematian, per-Jumat (27/3/2020) malam. Sedangkan di Indonesia sudah terdeteksi 1.046 orang dinyatakan positif, di hari yang sama.
Meski kasus semakin meningkat, hingga kini belum ada vaksin maupun obat untuk Covid-19.
Oleh sebabnya, sejumlah besar perusahaan farmasi, badan penelitian dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerja keras untuk menemukan obat-obatan dan vaksin untuk menjinakkan virus.
Selagi menunggu beberapa vaksin yang tengah dikembangkan, WHO telah meluncurkan uji coba 'Solidaritas', sebuah inisiatif untuk mengetahui obat yang ada, yang digunakan untuk mengobati penyakit lain, dapat digunakan pada Covid-19.
The Health Site melaporkan obat-obatan yang sedang dipertimbangkan WHO termasuk remdesivir, klorokuin dan hidroksi klorokuin, lopinavir dan ritonavir, kombinasi dua obat HIV, dan kombinasi lopinavir, ritonavir dan interferon-beta. Obat ini dapat menjinakkan virus dan mengatur peradangan.
Di sisi lain, salah satu tim internasional, termasuk ilmuwan asal India, telah mengidentifikasi 69 obat dan senyawa eksperimental yang mungkin efektif dalam mengatasi Covid-19.
Obat tersebut termasuk yang saat ini digunakan untuk diabetes tipe II, kanker dan hipertensi.
Untuk penelitian ini, para peneliti mempelajari protein manusia yang berinteraksi dengan protein virus SARS-CoV-2. Mereka menemukan bahwa ada 332 protein manusia yang berhubungan dengan jaringan protein virus itu.
Menurut para peneliti, ini adalah protein yang diandalkan oleh virus corona baru untuk memproduksi dan menginfeksi manusia.
Baca Juga: Profesor Nidom Klaim 2 Pekan Lagi Selesaikan Obat Virus Corona Covid-19
Lebih lanjut para ahli menjelaskan beberapa protein virus mampu berinteraksi dengan hampir 12 protein sel manusia, sementara sisanya terbatas dengan satu sel.
Dari 69 jumlah obat yang diidentifikasi peneliti, sejumlah 25 telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dengan menggunakan off-label.
Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.
Berita Terkait
-
Smartwatch Kini Bisa Baca Risiko Diabetes? Ini Fitur Huawei Watch Fit 5 Pro
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya