Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menekankan tenaga medis untuk menggunakan hidroksiklorokuin sebagai pengobatan untuk Covid-19. Padahal, obat ini belum terbukti ampuh.
Sang presiden dikritik karena mengatakan obat anti-malaria ini sebagai obat yang hebat dalam mengatasi pasien dengan infeksi virus corona baru, meski tanpa mengutip bukti yang ada.
Trump merekomendasikan gabungan obat hidroksiklorokuin dengan antibiotik, azithromycin, bagi pasien tanpa masalah jantung.
Dilansir CNN Internasional, antibiotik azithromycin disebut Trump akan membunuh 'hal-hal tertentu yang Anda tidak ingin hidup di dalam tubuh Anda'.
Di sisi lain, para ahli sendiri tidak menyarankan penggunaan hidroksiklorokuin sebagai pencegahan Covid-19 karena belum ada bukti bahwa itu melindungi terhadap virus.
"Mereka mengatakan untuk menggunakannya (hidroksiklorokuin)... Jika ini berhasil, akan memalukan jika kita tidak melakukannya lebih awal. Tapi kita memiliki pertanda yang sangat bagus," tuturnya saat koferensi pers pada Minggu (5/4/2020).
Sebelum ini, Trump juga pernah salah mengklaim bahwa obat ini sudah disetujui oleh BPOM AS (FDA).
"Seperti yang Anda tahu, mereka sudah menyetujuinya, mereka memberikan persetujuan cepat," katanya pada konferensi pers Kamis (19/3/2020) lalu.
Faktanya, FDA belum menyetujui hidroksiklorokuin untuk pengonatan Covid-19.
Baca Juga: Seperti Covid-19, Flu Spanyol Juga Ditangani dengan Obat Malaria
Di sisi lain, sebuah studi yang terbit pada akhir Maret 2020 dalam jurnal medis Prancis menunjukkan bukti baru bahwa obat anti-malaria ini tampaknya tidak membantu sistem kekebalan tubuh 'membersihkan' SARS-CoV-2 di dalam tubuh.
Penelitian yang diketuai oleh Jean-Michel Molina itu menemukan setelah lima hingga enam hari perawatan dengan hidroksiklorokuin (600mg per hari selama 10 hari) dan azithromycin (500mg pada hari pertama dan 250mg pada hari ke-2 dan ke-3), delapan dari 10 responden mereka masih dites positif Covid-19.
Bahkan, dilansir The Conversation, dari 10 pasien ini, satu di antaranya meninggal, dua pindahkan ke ICU dan lainnya harus dikeluarkan dari perawatan karena komplikasi serius.
Berita Terkait
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
Lagi, Donald Trump Posting Foto Bareng Yesus Lagi Begini
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan