Suara.com - Virus corona Covid-19 adalah penyakit yang menyebabkan masalah pernapasan dengan menyerang bagian paru-paru. Karena itu, beberapa pasien membutuhkan ventilator sebagai alat bantu pernapasannya.
Tetapi, para ahli medis telah menemukan fakta baru selama menangani pasien corona Covid-19. Banyak pasien corona Covid-19 juga mengalami masalah jantung dan meninggal karena serangan jantung.
Saat virus mematikan ini telah mewabah di China, Italia, New York dan negara bagian lainnya, banyak ahli percaya bahwa virus corona Covid-19 ini bisa menginfeksi otot jantung pasien.
Sebuah studi awal menemukan adanya kerusakan jantung pada 1 dari 5 pasien corona Covid-19. Kondisi ini menyebabkan gagal jantung hingga kematian pasien corona Covid-19 tanpa tanda-tanda gangguan pernapasan.
Temuan ini bisa menjadi pertimbangan para dokter dalam mengidentifikasi pasien corona Covid-19. Fakta ini juga bisa membantu para ahli medis untuk melakukan tindakan pencegahan baru pada pasien corona Covid-19 yang memiliki masalah jantung.
Pada akhirnya, pasien corona Covid-19 dengan masalah jantung akan mendapat perawatan yang lebih cepat dan tepat sejak tahap awal infeksi penyakit.
"Sangat penting untuk mengetahui efek infeksi virus corona Covid-19 pada jantung. Cara ini bisa menyelamatkan nyawa banyak orang bila dilakukan dengan tepat," kata Dr. Ulrich Jorde , kepala gagal jantung, transplantasi jantung di New York City dikutip dari Scientific American.
Tetapi, dokter masih mencari tahu infeksi virus corona Covid-19 ini menyebabkan masalah jantung atau tidak. Karena, sebagian penyakit kronis juga bisa memengaruhi kesehatan jantung.
"Orang yang sekarat karena pneumonia, pada akhirnya juga akan meninggal dunia karena jantungnya berhenti. Karena, pasien tidak mendapatkan cukup oksigen yang membuat semua organ terdampak," kata Dr. Robert Bonow , seorang profesor kardiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg dan editor jurnal medis JAMA Cardiology.
Baca Juga: Coba Konsumsi Jahe Merah Rutin, Ini 5 Manfaat Kesehatannya!
Meski begitu, Robert Bonow dan banyak spesialis jantung lainnya percaya bahwa infeksi virus corona Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan jantung dalam 4 atau 5 cara. Beberapa pasien mungkin dipengaruhi oleh lebih dari satu jalur sekaligus.
Dokter juga sudah lama mengetahui bahwa setiap peristiwa medis serius, seperti operasi pinggul bisa menyebabkan stres dan memengaruhi kesehatan jantung. Terlebih pneumonia, penyakit yang bisa menyebabkan peradangan lebih luas.
Sehingga penyakit ini bisa menyebabkan plak di arteri, yang akhirnya menyebabkan serangan jantung. Peradangan ini juga bisa menyebabkan kondisi miokarditis, yakni melemahnya otot jantung hingga mengakibatkan gagal jantung.
Bonow sendiri berpendapat bahwa kerusakan jantung pada pasien corona Covid-19 bisa disebabkan oleh virus yang menginfeksi otot jantungnya. Penelitian awal menunjukkan virus corona Covid-19 menempel pada reseptor tertentu di paru-paru dan reseptor yang sama ditemukan pada otot jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance