Suara.com - Menkes Terawan Setujui PSBB DKI Jakarta, Daerah Lain Kapan?
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto telah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.
Kini, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mempersilakan Pemprov atau Pemda lainnya melakukan hal serupa seperti DKI Jakarta, mengajukan PSBB.
"Saat ini dirasa perlu memperkuat phsycal distancing, tidak efektif jika tidak disiplin yang belum kita bangun di tengah masyarakat, karena itu pemerintah berikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk ajukan PSBB," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2020).
Ia mengatakan PSBB dilakukan untuk mengingatkan efektifitas phsycal distancing, karena itu jadi kunci utama mencegah penularan virus corona atau Covid-19 lebih luas dan masif di Indonesia.
"Karena sama-sama pahami faktor pembawa penyakit ini adalah manusia, oleh karena itu tersebarnya penyakit ini sejalan aktivitas sosial, perlu dibatasi, mengapa dibatasi, karena kita yakini banyak kasus positif tanpa gejala," ungkapnya.
Yuri mengingatkan orang positif tanpa gejala ini sangat berbahaya. Orang tidak sadar sudah membawa virus, namun asik melakukan kegiatan di luar rumah, bahkan berkerumun.
Hal itu tanpa disadari menularkan ke orang lain. Alhasil kasus Covid-19 di Indonesia tidak bisa dikendalikan.
"Secara subyektif, kasus tidak ada gejala yang masih ada di tengah-tengah kita. Masih banyak kelompok rentan yang tertular" kata dia.
Baca Juga: Pidato Ratu Elizabeth II: Kita Akan Menang Melawan Virus Corona
Yurianto yang menjabat sebagai Dirjen P2P Kemenkes itu juga mengumumkan penambahan kasus positif Covid-19 per Rabu, 8 April bertambah 218 kasus, sehingga total kasus sebanyak 2.956.
Dari data ini per hari ini ada sebanyak 18 orang dinyatakan sembuh, jadi yang sembuh dan boleh pulang ada sebanyak 222 orang.
Sedangkan kasus positif yang meninggal bertambah 19 orang. Itu artinya sudah ada 240 orang meregang nyawa akibat positif Covid-19. Mungkin Anda akan diminta untuk menulis 'diary' soal seberapa sering Anda kencing.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia