Suara.com - Pantai, danau, hingga kolam masih menjadi pertanyaan mengenai kemungkinannya dalam terkontaminasi virus corona Covid-19.
Dilansir dari WebMD, Kimberly Prather, PhD, direktur NSF Center for Aerosol Impacts on Chemistry of the Environment, mengatakan ada kemungkinan kecil bahwa di daerah-daerah di mana air laut bercampur dengan air limbah yang tidak diolah bisa terkontaminasi oleh virus.
"Gelombang ombak bisa mengaerosolisasi dan angin bisa membawanya kembali ke pantai. Ketika limbah mentah mencapai lautan, pantai-pantai terdekat harus ditutup untuk para perenang," kata Prather pada WebMD.
Masih dilansir dari WebMD, virus corona telah ditemukan dalam tinja yang dapat berakhir di saluran air limbah yang tidak diolah.
Para peneliti sendiri telah menemukan bahwa bakteri di dalam air dapat menyebabkan lebih dari 90 juta kasus gastrointestinal, pernapasan, telinga, penyakit mata, dan penyakit terkait kulit.
"Jadi mungkin saja ada virus corona di air laut yang dekat limpasan air limbah," kata Charles Gerba, PhD, profesor mikrobiologi dan imunologi di University of Arizona.
Charles Gerba telah mempelajari virus corona dalam air dan menemukan virus tersebut dapat bertahan hidup selama 2 hingga 3 hari di air. Tetapi masih belum jelas apakah virus corona dalam tinja bisa menular.
"Saya akan lebih khawatir tentang hepatitis saat berenang di pembuangan limbah itu risiko yang jauh lebih besar daripada virus corona ditularkan melalui air," tambahnya.
Prather juga mengatakan dia lebih khawatir terhadap kondisi pantai yang berangin daripada virus di air itu sendiri.
Baca Juga: 4.557 Warga Positif Corona, Bukti Nyata Aktivitas Sosial Belum Dibatasi
"Kekhawatiran saya adalah bahwa di pantai yang berangin itu membuat jarak sosial sejauh 6 kaki menjadi tidak cukup," kata Prather.
"Jika seseorang terinfeksi dan tidak mengetahuinya, ada kemungkinan mereka akan menghembuskan aerosol, kemudian tetesan liur yang dapat melompat lebih jauh karena angin pantai," tambahnya.
Dengan kata lain, di pantai kekhawatiran Anda mungkin bukan tentang air, tetapi orang lain. Jika Anda akan berjalan-jalan atau berolahraga di sepanjang garis pantai, Anda harus berusaha menjaga jarak fisik lebih dari biasanya.
Sementara itu, menurut Gerba, berenang di air tawar masih tergolong aman.
"Berenang di air tawar sama amannya, selama kolam renang dirawat dengan baik, klorin pembersih kolam akan membunuh virus apa saja," kata Gerba.
Meskipun virus corona bisa bertahan di air, Gerba menegaskan bahwa virus di air belum tentu menularkan pada manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit