Suara.com - Cegah Virus Corona Covid-19, Begini Cara Membersihkan Ponsel yang Benar.
Ponsel menjadi salah satu benda yang berisiko untuk menularkan bakteri, penyakit hingga virus corona yang menyebabkan Covid-19, tapi, banyak orang jarang membersihkan ponsel sebanyak kini kita sering mencuci tangan.
Padahal dalam sehari kita bisa memegang ponsel hingga 5.000 kali, atau selama 3 jam dalam sehari.
Mengutip laman Asia One, Selasa (12/5/2020) disebutkan ponsel bisa mengandung virus melalui droplet atau tetesan air liur. Sehingga di ponsel virus bisa berkembangbiak, ditambah kita sering membawa ponsel ke mana pun kita pergi.
Bahkan kebanyakan dari kita tetap membawa ponsel ke kamar mandi. Alhasil, terjadilah efek domino dalam penularan virus jika kita tidak membersihkan ponsel. Oleh karena itu, penting untuk secara rutin membersihkan ponsel. Lantas, bagaimana caranya?
Cara membersihkan ponsel, khususnya pada ponsel layar sentuh setidaknya memerlukan semprotan alkohol isopropil 70 persen, atau bahan desinfeksi lainnya. Proses pembersihan ini harus wajib dilakukan khususnya bagi mereka yang bekerja di bidang makanan, sekolah, kafe, restoran, bandara hingga tenaga kesehatan.
Alasan patogen seperti virus bisa bertahan di ponsel karena suhu yang menunjang untuk mereka berkembangbiak. Mengingat ponsel biasanya disimpan di saku, tas, dan tempat yang dalam kondisi lembab, suhu terbaik untuk tempat mereka hidup.
Sekedar informasi, dari 56 penelitian di 24 negara dunia dari 2005 hingga 2019, membuktikan di ponsel rata-rata terkandung 68 persen bakteri dan virus.
Ini memang jumlah yang cenderung sedikit, karena rata-rata penelitian hanya meneliti terhadap jenis bakteri tertentu saja. Dan sayangnya kebanyakan penelitian ini dilakukan sebelum pandemi Covid-19 merebak.
Baca Juga: Viral Perempuan Pakai Masker saat Makan Roti, Netizen: Penampakan Pacman
Seperti diketahui virus corona menular melalui droplet atau tetesan air liur yang masuk ke saluran pernapasan. Mayoritas organ yang sangat terdampak adalah paru-paru, itulah mengapa mereka yang terinfeksi umumnya bergejala batuk, demam, hingga sesak napas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin