Suara.com - Shandy Aulia sempat menerima kritik dari warganet karena sudah memberi bayinya yang berusia 4 bulan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Sebab umumnya, MPASI diberikan pada bayi berusia 6 bulan.
Selain waktunya yang dianggap tidak tepat, Shandy Aulia juga mendapat kritik karena memberi anaknya madu yang dicampur alpukat ketika MPASI.
Banyak orang berpendapat bahwa madu tidak diperbolehkan untuk bayi yang masih di bawah usia 1 tahun. Tapi, Shandy Aulia kembali memiliki alasan tersendiri memberi anaknya madu dan sudah berkonsultasi dengan dokter ahli.
"Saya memberikan madu pada campuran MPASI Claire hanya sangat sangat sedikit bisa dikatakan tidak mengurangi rasa sedikitpun Avocado, saya memberikan madu sudah berkonsultasi pada dokter gizi terlebih dahulu...," ujar Shandy Aulia di Instagram.
Pada umumnya, bayi usia 0-6 bulan membutuhkan ASI eksklusif. Sedangkan madu termasuk makanan alami yang memiliki banyak nutrisi dan manfaat kesehatan.
Tetapi dilansir dari Hello Sehat, pemberian madu pada bayi sebelum usia 1 tahun bisa membahayakan kesehatannya. Karena, madu mengandung spora bakteri Clostridium boulinum yang bisa menyebabkan penyakit pada bayi.
Jika bakteri itu tertelan oleh bayi, maka itu bisa berkembang dan memperbanyak diri di usus bayi. Kemudian, bakteri pada madu itu bisa memproduksi racun berbahaya dan menyebabkan botulisme.
Bila bayi menderita botulisme, mereka akan menunjukkan gejala seperti konstipasi atau sembelit, lesu dan kurangnya nafsu makan.
Bakteri ini tidak dianggap berbahaya bagi orang dewasa dan anak di atas usia 1 tahun, karena mikroorganisme normal pada usus sudah bisa mencegah berkembangnya bakteri.
Baca Juga: Hasil Tes Negatif, Wanita Meninggal Misterius dengan Gejala Virus Corona
Sementara, bayi di bawah usia 1 tahun belum memiliki saluran pencernaan yang kuat dan belum bisa mencegah tumbuhnya bakteri jahat dalam usus.
Dilansir dari Healthline, bila Anda ingin memberikan madu dan bayi masih terlalu muda, maka lebih baik konsultasikan pada dokter anak.
Anda juga bisa mencoba menggunakan sirup maple sebagai pengganti atau madu agave yang merupakan pilih lain mirip madu tanpa risiko botulisme pada bayi.
Meski begitu, ada baiknya Anda mengganti rasa manis madu dengan bahan alami seperti buah-buahan manis yang mengandung pemanis alami sekaligus vitamin.
Anda tak perlu khawatir memberi produk susu atau sereal khusus bayi yang mengandung madu, karena makanan instan itu sudah menjadi proses pemanasan yang cukup untuk membunuh bakteri dalam madu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia