Suara.com - Panumpang kereta bisa terinfeksi virus corona meski jarak duduk mereka sudah sekitar 2,5 meter. Hal ini membuat para peneliti menyarankan adanya penentuan jarak aman baru untuk Covid-19 di kendaraan umum.
Sebuah penelitian oleh proyek WorldPop dari University of Southampton yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases didasarkan pada rute persebaran virus corona di kereta berkecepatan tinggi China.
Melansir dari Independent, analisis ini mencakup penyebaran virus antara 19 Desember hingga 6 Maret. Mereka menemukan bahwa penumpang kereta yang duduk bersebrangan dengan selisih 3 kursi atau hingga lima kursi masih berisiko menularkan virus corona rata-rata 0,32 persen.
Sementara orang yang duduk bersampingan memiliki kemungkinan tertular sekitar 3,5 persen. Sementara tingkat transmisi untuk mereka yang berada di baris yang sama adalah 1,5 persen.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan risiko penularan Covid-19 di kereta api, lokasi kursi seseorang dan waktu perjalanan bisa sangat berpengaruh," kata Dr Shengjie Lai penulis utama penelitian.
"Temuan ini menunjukkan bahwa selama pandemi Covid-19, penting untuk mengurangi kepadatan penumpang dan mempromosikan langkah-langkah kebersihan pribadi seperti penggunaan masker, pemeriksaan suhu, hingga cuci tangan," tambahnya.
Menurut Lai, temuan ini penting agar penyedia kereta api mengurangi kepadatan penumpang. Begitupun dengan penumpang untuk tetap melalukan berbagai langkah-langkah kesehatan.
“Penelitian kami adalah peneltian pertama yang mengukur risiko penularan Covid-19 di angkutan umum berdasarkan data dari penyelidikan epidemiologis kasus dan kontak dekat pada kereta berkecepatan tinggi" kata Profesor Andy Tatem yang merupakan Direktur WorldPop.
“Ini menunjukkan bahwa risiko penularan tidak hanya berkaitan dengan jarak dari orang yang terinfeksi, tetapi juga waktu mereka berhadapan," tambahnya.
Baca Juga: Akibat Infeksi Covid-19, Wanita 28 Tahun Ini Harus Transplantasi Paru-paru
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit