Suara.com - Di bawah mikroskop, sperma manusia tampak berenang seperti belut yang bergerak-gerak ekornya dari sisi ke sisi sambil mencari sel telur untuk dibuahi.
Namun, sebuah tinjauan terbaru dari mikroskop tiga dimensi (3D) dan video berkecepatan tinggi mengungkapkan bahwa sperma sama sekali tidak berenang dalam gerakan simetris yang sederhana.
Sebaliknya, mereka bergerak dengan cara memutar untuk mengimbangi ekor mereka yang hanya bergerak ke satu sisi.
Jika digambarkan, sperma bergerak dengan cara berputar seperti bor atau berang-berang.
"Ini hampir seperti jika Anda seorang perenang, tetapi Anda hanya bisa menggoyangkan kaki ke satu sisi," kata penulis studi Hermes Gadêlha, seorang ahli matematika di University of Bristol di Inggris.
"Jika Anda melakukan ini di kolam renang dan hanya melakukan ini ke satu sisi, Anda akan selalu berenang berputar-putar," sambungnya, dilansir Live Science.
Orang pertama yang mengamati sperma manusia dari dekat adalah Antonie van Leeuwenhoek, seorang ilmuwan Belanda yang dikenal sebagai bapak mikrobiologi.
Di bawah mikroskop 2D, terlihat jelas bahwa sperma didorong oleh ekor yang tampak bergoyang-goyang saat kepala sperma berputar.
Selama 343 tahun, inilah pemahaman tentang bagaimana sperma manusia bergerak.
Baca Juga: Dr. Boyke: Begini Cara Bujuk Istri Agar Mau Bercinta Usai Melahirkan
"Banyak ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan ada elemen 3D untuk melihat bagaimana ekor sperma bergerak, tetapi hingga saat ini kami belum memiliki teknologi yang andal untuk melakukan pengukuran seperti itu," jelas Allan Pacey, profesor andrologi di Universitas Sheffield di Inggris, yang tidak terlibat dalam studi.
Menurutnya, penelitian ini adalah langkah maju yang sangat penting dan mengatakan bahwa hal ini menjawab bagaimana sperma menembus pertahanan yang kompleks untuk menuju sel telur.
"Penting untuk dicatat bahwa dalam perjalanan mereka menuju sel telur, sperma akan berenang melalui lingkungan yang jauh lebih kompleks," kata Pacey.
Ia menjelaskan, di dalam tubuh wanita, sperma harus berenang di saluran sempit berisi cairan yang lengket di serviks, dinding sel yang bergelombang di tubafalopi, dan mengatasi kontraksi otot serta cairan yang dikeluarkan bersama (oleh bagian atas sel yang disebut silia) ke arah yang berlawanan dengan arah tujuan sperma.
"Namun, jika mereka benar-benar mampu mengebor ke depan, sekarang saya dapat melihat secara lebih jelas bagaimana sperma dapat melewati jalur perang ini untuk mencapai sel telur dan bisa masuk ke dalamnya," sambung Pacey.
Informasi terbaru:
Science Advances resmi mencabut artikel penelitian ini pada 19 Mei 2021. Sebab setelah publikasi artikel, pembaca mengidentifikasi bahwa meskipun data eksperimental dan analisis flagela 3D tersebut baik, kesimpulan asimetri flagela dan anisotropi tidak dapat ditarik secara tegas hanya dengan menggunakan data bentuk gelombang flagela 3D.
Karena itu, deskripsi asimetri dan anisotropi dalam artikel tersebut tidak lengkap, sehingga belum bisa ditarik bukti kuat bahwa sperma berenang dengan gerakan seperti bor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance