Suara.com - Para peneliti mengatakan perempuan tergolong tidak terlalu rentan mengalami jet lag dibandingkan pria karena jam istirahat tubuhnya yang berbeda.
Ternyata, wanita lebih tahan terhadap gangguan ritme sirkadian yang membuat mereka mengatasi efek dari bekerja secara shift dengan sangat baik.
Selain itu, wanita juga cenderung paling aktif di pagi hari, mirip dengan pola yang terlihat pada anak-anak dan mungkin terkait dengan naluri keibuannya.
"Wanita tampaknya lebih tahan terhadap gangguan jam tubuh, seperti gangguan akibat kerja shift atau perubahan zona waktu yang sering," Dr Sean Anderson, dikutip dari The Sun.
Temuan dari penelitian terhadap lebih dari 53 ribu orang menunjukkan bahwa jenis kelamin dan usia adalah faktor penentu cara jam tubuh diatur.
Secara tradisional, wanita lebih sering bangun di malam hari daripada pria untuk menjaga bayi yang gelisah sehingga tampak siap untuk mengatasi gangguan tersebut.
Mereka tidur lebih lama, menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur nyenyak dan bangun lebih awal. Sebaliknya, mereka justru lebih aktif di malam hari.
Temuan mereka mencerminkan sesuatu yang terlihat dalam percobaan pada hewan. Mereka bisa memberikan wawasan berharga tentang kemungkinan hubungan antara jam tubuh dan penyakit, mulai dari kanker hingga demensia.
Baca Juga: Mual-Muntah dan Diare, Waspadai Gejala Virus Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi