Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa melakukan jaga jarak lebih membantu mengurangi penyebaran Covid-19 daripada hanya membatasi wilayah. Hal ini dinyatakan oleh peneliti dari Universitas Denmark Selatan dan Institut Sains Lanjutan Denmark.
"Kami menemukan bahwa tindakan jarak sosial lebih efektif daripada pembatasan perjalanan lintas batas dalam menunda puncak epidemi ini," kata Profesor fisika teoretis, Francesco Sannino, Universitas Denmark Selatan dan Institut Sains Lanjutan Denmark.
"Hasil tersebut menguatkan temuan kami bahwa perjalanan lintas wilayah memicu penyebaran epidemi yang kemudian berkembang di setiap wilayah secara independen," imbuhnya.
Profesor Sannino dan koleganya Giacomo Cacciapaglia dari Universitas Lyon juga mempelajari dan memprediksi dinamika penyebaran dan penahanan di berbagai wilayah di dunia.
"Kami berencana memulai pemantauan di seluruh dunia untuk membuat proyeksi global yang akan membantu pemerintah dan industri membuat rencana penahanan dan menyusun strategi dalam membuka kembali aktivitas masyarakat dan cara terbaik menerapkan kontrol perbatasan," kata Profesor Sannino.
Sebelumnya, sebuah studi baru yang diterbitkan minggu ini di PLOS Medicine oleh Alexandra Teslya dari University Medical Center Utrecht juga meyatakan bahwa selain jaga jarak, beberapa tindakan pembersihan mandiri juga perlu dilakukan.
Ia meyatakan bahwa tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak sosial secara signifikan dapat membantu mengurangi dan menunda penyebaran Covid-19.
"Kami menekankan pentingnya kesadaran penyakit dalam mengendalikan epidemi yang sedang berlangsung dan merekomendasikan bahwa, selain kebijakan tentang jarak sosial, pemerintah dan lembaga kesehatan masyarakat perlu memobilisasi orang untuk mengadopsi langkah-langkah kesehatan," catat para penulis penelitian.
Baca Juga: Jokowi ke Pedagang: Jangan Sampai Tutup, Bakal Lebih Sulit Lagi Memulainya
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal