Suara.com - Vaksinasi flu adalah pertahanan terbaik untuk melindungi diri dari virus influenza. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC US) merekomendasikan setiap orang yang berusia di atas enam bulan untuk mendapatkannya setiap tahun.
Namun, seperti beberapa orang yang alergi serbuk bunga, ada juga orang yang alergi terhadap vaksin. Meski ini jarang terjadi.
Risiko alergi parah terhadap vaksin apa pun, termasuk vaksin influenza, adalah 1,3 banding sejuta. Orang dengan alergi telur paling berisiko mengalaminya.
Di sisi lain, ada juga orang yang alergi terhadap pengawet vaksin. Tetapi ini lebih jarang lagi terjadi.
Seseorang yang alergi vaksin, kemungkinan akan mengembangkan gejala ini:
- Wajah membengkak, terutama di sekitar mata dan mulut.
- Merasa lemah.
- Pusing.
- Pucat.
- Detak jantung cepat.
- Hives.
- Sulit bernapas.
Alergi telur dan vaksinasi influenza
"Alasan paling umum untuk reaksi alergiparah terhadap vaksinasi flu adalah alergi telur. Meskipun tidak ada telur dalam komponen aktif vaksin, suntikan dan semprotan hidung dibuat dengan sedikit protein telur," kata Ryan Steele, DO, ahli alergi-imunologi bersertifikat dan internis di Yale Medicine.
Tetapi hanya karena seseorang alergi telur, tidak berarti dirinya harus menghindari vaksinasi sepenuhnya, lanjut Steele.
Baca Juga: Anak Sekolah Gratis, China Luncurkan Program Vaksinasi Massal Akhir Bulan
CDC mengatakan harus tetap mendapatkan vaksinasi flu apabila:
- Memiliki beberapa gejala alergi telur, tetapi tetap bisa makan telur yang dimasak sebentar, seperti telur orak-arik, tanpa reaksi.
- Hanya mengalami gatal-gatal setelah makan telur, tanpa mengalami gejala lainnya.
CDC menekankan pentingnya vaksinasi di bawah pengawasan cermat dari penyedia layanan kesehatan dalam pengaturan medis jika:
- Memiliki reaksi serius terhadap makan telur, seperti gangguan pernapasan, pusing, bengkak di bawah kulit (angioedema), atau muntah yang berulang.
- Membutuhkan EpiPen atau bantuan medis darurat setelah makan telur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?