Health / konsultasi
Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi mencuci tangan. (Pixabay)

Suara.com - Kebiasaan mencuci tangan pakai air dan sabun menjadi semakin penting selama pandemi virus corona Covid-19. Karena, langkah ini dinilai paling efektif mencegah virus corona.

Semua orang pun disarankan untuk mencuci tangan lebih sering dari biasanya, seperti sebelum dan sesudah makan, setelah memakai toilet, berpergian atau menyentuh permukaan.

Tapi, mencuci tangan secara berlebihan juga tidak baik. Ahli kulit telah mengamati efek buruk akibat mencuci tangan secara berlebihan.

Nandini Barua, konsultan senior di departemen dermatologi di Rumah Sakit Paras, Gurugram, mengatakan orang bisa mengembangkan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) jika membersihkan tangan secara berlebihan hingga mengakibatkan penyakit kulit.

Dampak buruk dari mencuci tangan berlebihan bisa menyebabkan ruam ringan, dermatitis, eksim kering dan psoriasis.

Ilustrasi Cuci Tangan (pixabay)

"Mencuci tangan dan sering menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol menyebabkan kondisi kulit ini semakin parah. Meskipun langkah ini efektif membunuh bakteri dan virus," kata Nandini dikutip dari Times of India.

Karena, semua sabun antiseptik untuk cuci tangan mengandung bahan kimia yang keras. Sementara, hand sanitizer alkohol bisa menyedot kelembapan kulit.

Guna menghindari kondisi ini, sabun yang lembut bisa menjadi pilihan dan Anda perlu memakai pelembap setiap waktu agar kulit tetap terhidrasi selama pandemi.

Devendra Niranjan, ahli mikrobiologi klinis dan petugas pengendalian infeksi di Rumah Sakit Khusus Kabupaten, Lucknow, juga mengatakan cuci tangan berlebihan dengan kondisi kulit kering, seperti eksim atau psoriasis bisa menyebabkan kerusakan kulit lebih lanjut dan sakit tangan.

Bahkan orang dengan kondisi kulit sehat, cuci tangan berlebihan pakai sabun atau hand sanitizer bisa menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah.

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.