Suara.com - Para ilmuwan di Inggris menguji vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG), yang digunakan mencegah penyakit tuberkulosis (TBC), untuk pengobatan pasien dari penyakit Covid-19.
Studi fokus pada petugas kesehatan dan perawatan. Karena mereka lebih mungkin terpapar virus corona, sehingga peneliti akan tahu lebih cepat apakah vaksin itu efektif.
Bagaimana dengan di Indonesia? Rupanya ilmuwan Indonesia nyatanya belum tertarik untuk melakukan hal serupa.
"Penelitian ini belum selesai, jadi saya belum tertarik untuk meneliti. Banyak yang harus diteliti di sini. Jadi saya belum bisa mengatakan bahwa BCG bisa mencegah covid," kata Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran prof. Dr. Kusnandi Rusmil Sp. A (K)., dalam webinar bersama suara.com, Jumat (13/11/2020).
Di Indonesia, vaksin BCG telah diberikan kepada bayi sejak usia 2 bulan. Terlepas apakah bisa atau tidak mencegah Covid-19, Kusnandi menegaskan bahwa anak-anak tetap harus mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
"Walaupun sedang musim covid begini, DPT, polio, influensa, kemudian campak, dan rubella itu semua harus diimunisasi sesuai jadwalnya. Supaya gak kena penyakit itu. Jadi vaksinasi harus tetap berjalan sebagaimana mestinya," kata ketua riset uji klinis vaksin Covid-19 Unpad tersebut.
Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe M. Sc. Pd., mengatakan, salah satu sifat vaksin sebenarnya spesifik untuk mencegah satu penyakit.
Tetapi vaksin BCG memang memiliki keunikan sendiri karena sering digunakan untuk pengobatan penyakit lain.
"Proteksi vaksin sifatnya spesfik memang. BCG agak spesial karena sejak lama diketahui BCG punya kemampuan untuk mengetahui secara non spesifik," kata Dirga dalam webinar bersama suara.com, Jumat (13/11/2020).
Ia menambahkan, bahkan vaksin BCG juga pernah diberikan kepada pasien dengan leukimia. Tujuannya, untuk merangsang sistem imun pasien.
Baca Juga: Efektif Lawan Virus Corona, Vaksin Covid-19 Buatan Denmark Siap Diuji?
"Saat ini pun BCG masih dapat dipertimbaangkan untuk pasien kanker kantung kemih," tambahnya.
Ketika awal pandemi, kisatan Maret-Mei, Dirga menyampaikan bahwa ada studi ekologi yang meneliti bahwa pasien Covid-19 yang mendapat vaksin BCG mengalami kondisi lebih ringan. Namun setelah itu kembali dilakukan pelitian ulang.
"Tapi kemudian ada penelitian lanjutan, kita sebutnya penelitian randomized controlled trial, jadi ada plasebonya. Sampai sekarang tidak terbukti. Jadi tidak ada anjuran khusus pemberian khusus BCG untuk mencegah covid," ujarnya.
Dikutip dari BBC, vaksin BCG sebenarnya telah dikembangkan sejak 1921.
Awalnya vaksin diteliti untuk menghentikan TBC, tetapi ada beberapa bukti ternyata dapat melindungi dari infeksi lain.
Sekitar 1.000 orang akan ambil bagian dalam uji coba di University of Exeter. Sementara, jutaan orang di Inggris yang telah mendapat suntikan BCG saat masih anak-anak, dilaporkan perlu divaksinasi lagi.
Berita Terkait
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?
-
Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Khawatir Vaksin MR, Efek Samping Disebut Wajar dan Sementara
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal