Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI baru saja meninjau kesiapan tiga lokasi Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) di Bandung, Jawa Barat dalam menerima distribusi vaksin Covid-19 buatan Sinovac.
Dari hasil tinjauan tersebut, BPOM mengaku tidak mendapatkan temuan kritikal atau temuan yang dapat berdampak langsung pada mutu vaksin.
Ketiga IFP ini, menurut BPOM, mampu menjaga rantai dingin atau suhu penyimpanan vaksin Covid-19 yakni berkisar 2 hingga 8 derajat celcius, sehingga kualitas vaksin tetap terjaga.
"Pendataan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM menunjukkan IFP Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan pengelolaan vaksin dengan baik sesuai dengan standar,” ujar Kepala BPOM Penny K Lukito, Jumat (29/1/2021).
Adapun ketiga IFP itu adalah IFP Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Komplek Bizzpark Blok A8 No 25, Kota Bandung. Kedua, IFP Kabupaten Bandung yang berlokasi di Komplek Pemda Pamekaran Soreang, Jalan Raya Soreang Km 17 Soreang, Kab Bandung.
Selanjutnya IFP ketiga, berada di Puskesmas Kutawaringin berlokasi di Jalan Terusan Soreang, Cipatik Nomor 189, Gajahmekar, Kutawaringin, Kab. Bandung.
Meski begitu Penny mengingatkan pengawasan mutu vaksin harus dilakukan terus menerus dan konsisten, serta tidak terpengaruh ada dan tiadanya orang yang mengawasi. Khususnya dalam memonitoring suhu lemari penyimpanan vaksin.
"IFP dapat segera melakukan tindakan koreksi jika terdapat ketidaksesuaian,” tegas Penny.
Sementara itu, proses pendistribusian vaksin Covid-19 dilakukan PT Bio Farma ke IFP Provinsi yang selanjutnya akan didistribusikan ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan melalui IFP Kabupaten Kota.
Baca Juga: Hasil Uji Inggris: Vaksin Novavax 89,3 Persen Lawan Corona Varian Baru
Tidak dilepaskan begitu saja, UPT BPOM juga akan terus mengawasi IFP di sepanjang jalur distribusi vaksin dari tingkat provinsi hingga kabupaten kota.
"UPT BPOM di seluruh Indonesia siap mengawal sampai dengan vaksin diterima di fasilitas pelayanan kesehatan dan memberikan pendampingan pemenuhan penerapan aspek Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan peningkatan kompetensi petugas pengelola Instalasi Farmasi Pemerintah,” pungkas Penny.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari