Suara.com - Disfungsi dasar panggul menjadi salah satu masalah kesehatan perempuan yang jarang dibicarakan. Padahal satu dari tiga perempuan yang melahirkan mengalami masalah dasar panggul seperti inkontinensia atau prolaps.
"Ada banyak perempuan merasa malu dengan masalah kesehatan yang sangat umum ini," kata Dr. Alice Beban dari Sekolah Rakyat, Lingkungan dan Perencanaan di Massey University.
Melansir dari Medical Xpress, penelitian Dr. Beban menemukan bahwa perempuan tidak diberi informasi yang mereka butuhkan untuk nifas. Jadi jika mengembangkan masalah kesehatan tertentu, mereka sering tidak membicarakannya dengan siapa pun, bahkan kepada dokter.
Disfungsi dasar panggul sendiri sering terjadi usai persalinan vaginal. Menurut laman resmi Universitas Gadjah Mada, disfungsi dasar panggul ini merupakan masalah perempuan yang berakibat pada penurunan kualitas hidup perempuan.
Oleh karena itu, diperlukan suatu alat bantu yang dapat memprediksi terjadinya disfungsi dasar panggul pasca persalinan vaginal.
"Lebih dari 46 persen perempuan dengan riwayat persalinan vaginal mengalami disfungsi dasar panggul dan akan menurunkan kualitas hidup perempuan," ujar dr. Nuning Pangastuti, Sp.OG(K) saat menempuh ujian Program Doktor Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, di ruang Diklat Lt 4 RSUP Sardjito, beberapa waktu lalu.
Dilansir dari Medical Xpress, dampak disfungsi dasar panggul pada kehidupan perempuan sangat signifikan. Banyak yang tidak bisa meninggalkan rumah sama sekali hingga mengakibatkan isolasi sosial.
Banyak juga yang tidak dapat bekerja atau hanya dapat bekerja beberapa jam karena kesakitan. Hal ini yang juga memunculkan masalah pada hubungan dan kesehatan mental.
"Akan sangat bagus jika para perempuan memiliki lebih banyak pilihan pengobatan bedah dan non-bedah," ujar dokter Beban.
Baca Juga: Meski Membahagiakan, Berikut 5 Plus Minus Jadi Ibu untuk Kesehatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!