Suara.com - Banyak pasien virus corona Covid-19 yang pulih mengalami efek samping jangka panjang, biasanya disebut Long Covid-19 atau Covid-19 panjang.
Seorang dokter di Inggris pun mengingatkan bahwa Long Covid-19 bisa lebih buruk pada pasien virus corona yang berjala ringan atau tanpa gejala ketika sakit.
Para peneliti Amerika Serikat telah menemukan bahwa sepertiga dari pasien yang mengalami Long Covid-19, seperti nyeri dada atau kelelahan itu tidak mengalami gejala utama virus corona sampai 10 hari setelah dinyatakan positif.
Banyak orang yang tertular dan mampu melawan virus corona Covid-19 justru mengalami kabut otak, nyeri otot dan kelelahan sebagai efek samping jangka panjangnya.
Gejala Long Covid-19 ini, biasanya berbeda dengan 3 gejala utama virus corona, seperti batuk terus-menerus, demam tinggi, hilangnya indra penciuman dan perasa.
Tapi, gejala virus corona Covid-19 lainnya yang sering dialami orang termasuk kelelahan, nyeri otot dan kebingungan atau kabut otak.
Seorang dokter terkemuka di Inggris pun menyatakan bahwa gejala virus corona yang bertahan lama paling umum terjadi pada pasien bergejala ringan ketika terinfeksi virus corona.
Dr Melissa Heightman, spesialis pernapasan di Rumah Sakit Universitas College London, mengatakan ada pola berbeda yang muncul pada pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit dan tidak karena bergejala ringan.
"Bahkan di dalamnya, kami menemukan virus bisa telah memicu efek yang bisa menyebabkan mereka tidak sehat selama berbulan-bulan dan itu mengejutkan kami," jelas Dr Melissa dikutip dari The Sun.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Vaksin Pfizer Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona Brasil
Gejala virus corona Covid-19 bisa lebih berat dan tahan lama pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit karena bergejala ringan atau tidak sama sekali ketika terinfeksi.
"Kita lihat sindrom pasca-virus mungkin memiliki sejumlah mekanisme yang cukup sulit. Hal itu sesuatu yang perlu kita teliti lebih dalam," jelasnya.
Sebelumnya, sebuah penelitian oleh The University of California menemukan bahwa orang yang tidak dirawat di rumah sakit ketika positif terinfeksi justru mengalami efek Long Covid-19 yang lebih buruk.
Para ahli menganalisis 1.407 orang di California yang positif virus corona Covid-19 dan menemukan bahwa lebih dari 60 hari setelah terinfeksi virus corona, 27 persen pasien berjuang dengan gejala Covid-19 berkepanjang.
Mereka melaporkan gejala seperti sesak napas, nyeri dada, batuk atau sakit perut. Studi itu ditinjau setelah berbagai penelitian lain menemukan bahwa orang yang mengidap Covid-19 terus mengembangkan kondisi, seperti diabetes.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi