Suara.com - Stroke adalah salah penyakit kronik tidak menular penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Penyebab stroke umumnya disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat yang ditandai dengan kolesterol tinggi.
Agar terhindar dari stroke di masa tua, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Imelda Maria Loho, Sp.PD menyarankan untuk rutin memeriksakan kesehatan atau medical check up (MCU) jika sudah menginjak usia 40 tahun, dan usia 50 tahun untuk perempuan.
Adapun jenis pemeriksaan yang dibutuhkan untuk mencegah stroke, sama seperti risiko penyakit jantung yakni menjalani pemeriksaan kolestrol secara umum.
Pemeriksaan kolesterol adalah pengecekan adanya plak di dalam aliran darah yang bisa memicu sumbatan pada aliran darah, baik itu di jantung maupun aliran darah otak.
"Risiko stroke tidak jauh berbeda dari risiko penyakit jantung, karena sebetulnya stroke itu ada plak pembuluh darah yang ada di otak, sedangkan kalau sakit jantung, plaknya itu ada di pembuluh darah jantung," terang dr. Imelda dalam acara webinar RS Pondok Indah, Kamis (18/4/2021).
Selain itu ada juga pemeriksaan kadar gula dalam darah atau risiko diabetes, mengingat orang dengan diabes kerap jadi penyakit penyerta (komorbid) penyebab seseorang mengalami stroke atau sakit jantung.
Ada juga pemeriksaan droppler vena, yaitu pengecekan adanya plak-plak kolestrol di pembuluh darah yang ada di leher yang bisa memicu stroke.
"Nah, bila sudah mulai ada plak di sana (di leher), itu juga risikonya semakin besar, apalagi kalau misalnya dari pemeriksaan jantung sudah ditemukan adanya plak juga," ungkapnya.
"Jadi kemungkinan di pembuluh darah lain, seperti pembuluh darah otak itu sudah ada," sambung dr. Imelda.
Baca Juga: Muncul Nyeri Kaki, Waspadai Risiko Penyakit Berbahaya Ini
Dokter yang berpraktik di RSPI Puri Indah itu mengingatkan, jika saat MCU sudah menemukan berbagai plak, kolesterol, hingga gula darah maka segera berkonsultasi dengan dokter sebelum mengalami stroke.
"Kalau memang dari semua itu ada tanda-tanda risiko tentunya langsung diobati oleh dokternya. Tapi kalau ada gejala yang mengarah pada stroke meskipun baru ringan, mungkin dokter sarafnya akan menganjurkan dilakukan MRI kepala," pungkas dr. Imelda.
Tag
Berita Terkait
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
HUT ke-37 Yastroki: Stroke Bukan Takdir, Tapi Bencana yang Bisa Dicegah dari Rumah
-
Lalai Tangani Penumpang Strok, Maskapai JetBlue Digugat hingga Rp785 Juta
-
Mengenal Susu Peptibren untuk Pasien Stroke, Lengkap dengan Cara Penyajian yang Benar
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD