Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) mengatakan dampak buruk vaksin Covid-19, peradangan jantung, yang terjadi remaja dan orang dewasa muda diperkirakan sangat langka terjadi.
Tidak hanya itu, FDA juga masih belum tahu apakah efek kesehatan tersebut, yang disebut miokarditis, berkaitan dengan vaksin.
Pernyataan FDA tersebut menanggapi laporan kelompok keamanan vaksin dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang sedang menyelidiki beberapa kasus miokarditis pada penerima vaksin Covid-19.
Miokarditis merupakan peradangan pada lapisan tengah dinding jantung. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus.
Pada kondisi parah, mikorditis dapat melemahkan jantung hingga menyebabkan gagal jantung, detak jantung tidak normal, hingga kematian mendadak.
"Miokarditis dapat mempengaruhi otot jantung dan sistem kelistrikan jantung seseorang, mengurangi kemampuannya untuk memompa dan menyebabkan ritme jantung yang cepat atau tidak normal,” menurut Mayo Clinic.
Pada kasus vaksin Covid-19, penyakit ini dialami remaja dan orang dewasa muda dalam empat hari setelah mendapat suntikan.
Kondisi ini lebih sering dialami pria yang menerima vaksin mRNA, yakni Pfizer-BioNTech dan Moderna. Sebagian besar kasus tampaknya ringan, meski petugas kesehatan harus menindaklanjut pasien.
“Kami masih belum tahu apakah ini benar-benar terkait dengan vaksin,” kata Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA, dilansir CNBC.
Baca Juga: WHO: Afrika Butuhkan Minimal 20 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Enam Minggu Mendatang
CDC sedang mengoordinasikan penyelidikannya dengan FDA, yang baru-baru ini mengesahkan vaksin Pfizer-BioNTech untuk remaja usia 12 hingga 15 tahun. Sementara vaksin Moderna dan Johnson & Johnson tersedia bagi usia 18 tahun ke atas.
Pakar kesehatan mengatakan, penemuan efek samping yang jarang terjadi setelah vaksin atau obat diberikan kepada masyarakat umum adalah hal biasa dan jika miokarditis ternyata terkait dengan vaksin Covid, risikonya dapat diabaikan jika dibandingkan dengan risiko terinfeksi Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua