Suara.com - Vitamin D sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, kekurangan vitamin D akan mempengaruhi kesehatan tubuh Anda cukup banyak, begitu pula ketika Anda kelebihan vitamin D.
Vitamin D dosis tinggi bisa menyebabkan tingginya kadar kalsium dalam tubuh. Gejala kadar kalsium yang tinggi dalam tubuh termasuk polyuria, yang merupakan peningkatan jumlah orang buang air kecil.
Gejala lain dari kadar kalsium yang tinggi, termasuk nyeri tulang atau otot, mual atau muntah, sakit perut, kehilangan nafsu makan, rasa haus yang meningkat atau kantuk yang tidak biasa, kelelahan atau kelemahan
Vitamin D yang larut dalam lemak, artinya tidak bisa dikeluarkan melalui buang air kecil. Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak vitamin D, hal ini bisa menyebabkan darah menahan kalsium yang menyebabkan hiperkalsemia atau kadar kalsium yang berlebihan dalam darah.
Kondisi ini bisa menyebabkan sering buang air kecil. Tanda-tanda peringatan lain dari hiperkalsemia termasuk, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, kebingungan, disorientasi atau berpikir ganda.
NHS menyarankan jika Anda memilih untuk mengonsumsi suplemen vitamin D, 10 mikrogram suplemen vitamin D sehari sudah cukup bagi kebanyakan orang.
"Jangan mengonsumsi lebih dari 100 microgram vitamin D sehari bisa berbahaya. Dosis ini berlaku untuk orang dewasa, termasuk wanita hamil dan menyusui, orang tua dan anak-anak usia 11 hingga 17 tahun," kata NHS dikutip dari Express.
Kelebihan kalsium dalam aliran darah dapat mengikat fosfat dan membentuk kristal yang mengendap di jaringan tubuh lunak. Kristal ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan kerusakan organ, tergantung pada lokasi, jumlah dan ukurannya.
Ginjal sangat rentan terhadap endapan kalsium karena perannya sebagai filter dan banyak saluran kecilnya. Ketika endapan kalsium tersangkut di jaringan ginjal, nefrokalsinosis dapat terjadi.
Baca Juga: Acaman Virus Corona Covid-19 Selalu Baru, WHO Sebut Vaksin Tidak Cukup!
Pada kasus yang lebih parah, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen dan gagal ginjal.
Konsekuensi utama dari keracunan vitamin D adalah penumpukan kalsium dalam darah Anda (hiperkalsemia), yang dapat menyebabkan mual dan muntah, kelemahan, dan sering buang air kecil.
"Keracunan vitamin D bisa berkembang menjadi nyeri tulang dan masalah ginjal, seperti pembentukan batu kalsium. Pengobatannya termasuk menghentikan asupan vitamin D dan membatasi asupan kalsium," jelasnya.
Beberapa orang berisiko kekurangan vitamin D dari sinar matahari karena mendapatkan paparan yang sedikit atau tidak sama sekali, terutama orang yang tinggal di daerah dingin. Orang dalam kelompok ini harus mengonsumsi suplemen vitamin D.
Selain itu, beberapa orang dalam kondisi ini juga harus mengonsumsi vitamin D, antara lain:
- Tidak sering berada di luar ruangan
- Berada di institusi, seperti panti jompo
- Memakai pakaian yang biasanya menutupi sebagian besar kulit saat di luar ruangan
- Orang yang memiliki kulit gelap
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?