Suara.com - Legenda bulutangkis Indonesia Markis Kido meninggal pada Senin (14/6) malam WIB. Diketahui, ia sempat ngorok saat jatuh pingsan dan tak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit.
Terkait hal ini, dokter spesialis keolahragaan dr. Andi Kurniawan, Sp.OK., menjelaskan bahwa ngorok merupakan tanda jalan napas tersumbat. Seseorang yang pingsan akibat serangan jantung mendadak umum alami hal tersebut akibat lidahnya terdorong ke arah tenggorokan.
"Ngorok itu salah satu tanda ada sumbatan jalan napas. Yang harus dilakukan adalah membebaskan jalan napas. Caranya chin lift, jadi dagu dinaikan, melebarkan jalan napas. Itu yang sebetulnya dilakukan (saat Kido pingsan) apa tidak, kita tidak tahu," kata dokter Andi dihubungi suara.com, Selasa (15/6/2021).
Sehari sebelumnya, Timnas Denmark Christian Eriksen juga alami hal serupa saat dalam pertandingan EURO 2020.
Menurut dokter Andi, berdasarkan video yang beredar di media sosial, pertolongan pertama yang didapatkan Eriksen sudah sangat tepat. Sehingga, nyawa atlet 29 tahun itu akhirnya bisa diselamatkan.
"Bahkan adanya membuat pagar supaya tidak terlihat, kemudian membuka mulut melakukan resusitasi. Jadi kita tidak perlu menunggu ambulans datang. Tapi bantuan basic life support itu dimiliki oleh siapa pun yang bukan tenaga medis, seorang atlet juga," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa rumus ABC alias Airway control, Breathing support, dan Circulation support, dalam memberikan pertolongan pertama harus bisa dilakukan oleh siapa pun, baik atlet, masyarakat umum, terlebih tenaga medis.
Sehingga ketika terdapat seseorang alami henti jantung yang perlu dilakukan pertama kali merupakan melebarkan jalan napas (Airway control). Salah satunya dengan memeriksa kondisi lidah apakah melipat sehingga menimbulkan suara ngorok seperti yang dialami Markis Kido.
"Kemudian breathing, dicek napas atau tidak. Kalau tidak beri bantuan napas. Kemudian circulasion, kalau henti jantung kita berikan bantuan pompa jantung," jelasnya.
Baca Juga: Cara Memberi Pertolongan Pertama Bagi Pasien Serangan Jantung
Posisi orang yang alami henti jantung juga harus benar-benar berbaring.
"Itulah yang benar sekali. Kita melihat video yang beredar beberapa hari lalu, cara membangunkan orang didudukan lalu ditampar-tampar. Bukan begitu! Tapi lakukan CPR dan resusitasi jantung paru. Sebenarnya itu yang penting diketahui masyarakat," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Humas PBSI Broto Happy mengatakan Kido meninggal saat sedang bermain bulutangkis dengan rekan-rekannya, termasuk sesama legenda, Chandra Wijaya.
Ia menceritakan kronologi saat mantan pasangan ganda putra Hendra Setiawan itu pingsan. Skor menunjukan 15-8, kemudian Markis Kido berpindah lapangan. Tetapi tak lama setelah itu, Kido justru pingsan.
"Ketika sudah pergantian lapangan, kemudian dia terjatuh, ditolong dengan rekan-rekannya, salah satunya ditolong oleh Chandara Wijaya," katanya saat ditemui di rumah duka, Bekasi, Selasa (15/6/2021).
Broto menceritakan bahwa setelah terjatuh, peraih medali emas Olimpiade 2008 itu tidak sadarkan diri. Bahkan dia sempat seperti tertidur lelap.
"Kido saat itu langsung pingsan tidak sadarkan diri dan juga mengorok," jelasnya.
Markis Kido kemudian dinyatakan meninggal dunia diduga karena serangan jantung tak lama setelah dibawa ke rumah sakit.
Berita Terkait
-
2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat
-
Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa
-
Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Kabar Terkini Calvin Dores usai Alami Serangan Jantung, Masih Gunakan Oksigen
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak