Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), mengungkapkan cakupan vaksinasi di antara orang dewasa muda usia 18-29 tahun tergolong paling rendah, bila dibandingkan dengan cakupan vaksinasi pada kelompok usia yang lebih tua.
Temuan CDC ini dirilis di Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR), yang juga menyertakan data orang dewasa di atas usia 18 tahun yang sudah diberi suntikan vaksin Covid-19 pada 14 Desember 2020 hingga 22 Mei 2021.
Orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas justru memiliki cakupan vaksinasi paling tinggi berdasarkan data hingga 22 Mei 2021. Setidaknya, 80 persen orang dewasa tua sudah menerima satu kali suntikan vaksin Covid-19. Sedangkan, orang usia 18 hingga 29 tahun hanya mencapai 38,3 yang artinya cakupan vaksinasinya masih rendah.
Meskipun kelayakan vaksin Covid-19 sudah diperluas untuk semua orang dewasa pada 19 April 2021. Para peneliti CDC menemukan bahwa insiasi vaksin mingguan di antara orang dewasa muda belum mencapai puncaknya pada Januari 2021.
Setelah vaksin tersedia untuk orang dewasa yang lebih muda, inisiasi mingguan tetap di bawah 4 persen hingga akhir Mei 2021. Lalu, angka ini semakin menurun dari 3,6 persen menjadi 1,9 persen untuk orang dewasa usia 18-29 tahun dan 3,5 persen menjadi 1,7 persen untuk orang dewasa usia 30-49 tahun.
"Berdasarkan data ini, orang dewasa muda tidak akan mencapai tingkat cakupan vaksinasi yang sama dengan orang yang lebih tua pada akhir Agustus 2021 nanti," kata CDC dikutip dari Fox News.
Cakupan vaksinasi yang diproyeksikan untuk orang dewasa berusia 18-29 tahun adalah 57,5 persen, dengan cakupan yang meningkat seiring bertambahnya usia, yakni 71,4 persen untuk orang dewasa usia 30-49 tahun, 85,9 persen untuk orang dewasa usia 50-64 tahun dan 94,9 persen untuk orang dewasa di atas usia 65 tahun.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa cakupan vaksinasi lebih tinggi di antara perempuan daripada laki-laki, kecuali di antara orang dewasa yang usianya di atas 65 tahun.
Temuan lebih lanjut juga menunjukkan mereka yang berada di daerah perkotaan justru lebih sedikit yang mendapatkan vaksin Covid-19. Sedangkan, orang yang tinggal di daerah dengan kerentanan sosial tinggi, hidup dalam kemiskinan, tidak memiliki akses internet cenderung tidak divaksin.
Baca Juga: Vaksin COVID-19 Massal Bekasi Mulai Hari Ini, Cek Lokasi dan Cara Vaksinasi Massal
"Cakupan vaksinasi yang tinggi di antara semua kelompok umur penting untuk mengurangi kasus infeksi virus corona Covid-19, rawat inap dan kematian, terutama pada kelompok dengan serapan vaksinasi terendah," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital