Suara.com - Anak-anak Indonesia di bawah usia lima tahun (balita) berisiko mengalami stunting. Setidaknya ada tujuh juta balita di Indonesia mengalami stunting, kondisi gagal tumbuh, dan kerdil.
Menurut UNICEF, Indonesia menjadi salah satu negara dengan beban stunting pada anak tertinggi di dunia. Tak mengherankan bahwa stunting menjadi prioritas kesehatan utama
Dari rilis dari DKT Indonesia, diperkirakan bahwa pandemi Covid-19 berisiko meningkatkan kekurangan gizi anak sebesar 15 persen secara global. Hal ini yang dikhawatirkan akan meningkatkan angka stunting.
Bertepatan pada Hari Bidan Nasional 2021, DKT Indonesia melalui Andalan Kontrasepsi bekerja-sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), menghadirkan kampanye “Ayo Cegah Stunting!”.
“Salah satu faktor tingginya angka stunting di Indonesia dikarenakan jarak antar kehamilan yang terlalu dekat. Selain itu, faktor asupan gizi pada masa kehamilan serta rutin tidaknya Ibu melakukan pemeriksaan kehamilan pada saat mengandung, juga berkontribusi," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes.
Tak sendirian, President Director DKT Indonesia, Juan Enrique Garcia juga menyatakan hal senada.
“Sebagai organisasi kesehatan reproduksi dan KB terbesar di Indonesia, kami merasa perlu untuk mengkomunikasikan pentingnya langkah pencegahan stunting, dikarenakan kesuksesan program KB di Indonesia juga berdampak secara langsung terhadap angka penurunan stunting," imbuhnya.
Dalam iklan layanan masyarakat “Ayo Cegah Stunting!”, berikut rekomendasi pencegahan stunting anak, antara lain:
- Konsultasi kehamilan secara rutin.
- Merencakan jarak kehamilan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil. Dalam hal ini, jarak kehamilan yang ideal berkisar antara minimal 2 hingga 5 tahun.
- Lakukan pemeriksaan perkembangan anak yang disesuaikan dengan Kartu Menuju Sehat, lakukan juga imunisasi sesuai jadwal.
Baca Juga: Sistem Kesehatan yang Sistematis Dianggap Bisa Cegah Kasus Kematian Ibu dan Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi