Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap strategi menambah kapasitas tempat tidur rumah sakit yang penuh oleh pasien COVID-19.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) virtual bersama Komisi IX DPR RI, Menkes menyebut akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah agar penambahan tempat tidur bisa segera dilakukan.
"Kita sudah mempersiapkan strategi apa harus kita jalankan kalau kesulitan dalam upaya pemenuhan tempat tidur dan kita sudah diskusi ini juga dengan para gubernur secara rutin," katanya, dilansir ANTARA.
Budi melaporkan kebutuhan tempat tidur perawatan untuk pasien isolasi dan perawatan intensif di rumah sakit terbagi atas dua skenario, yakni saat terjadi peningkatan kebutuhan hingga 30 persen dan peningkatan kebutuhan hingga 60 persen.
"Kalau memburuk sampai 30 persen, ini dalam sepekan atau dua pekan ke depan yang berat adalah Yogyakarta dan DKI Jakarta, karena akan kekurangan tempat tidur isolasi dan akan kekurangan tempat tidur ICU," katanya.
Maka strategi pertama yang diterapkan adalah memenuhi ketersediaan tempat tidur yang telah dialokasikan sesuai instruksi dari Kemenkes.
"Tempat tidur yang ada di seluruh Indonesia ada sekitar 400 ribu unit, saya sudah mengeluarkan instruksi di awal tahun bahwa 30 persen dialokasikan untuk tempat tidur isolasi untuk pasien COVID-19 atau sekitar 120 ribu tempat tidur," katanya
Budi memahami bahwa di rumah sakit terdapat alokasi tempat tidur maupun ruang perawatan yang berbeda pada masing-masing dokter spesialis penyakit.
Namun Budi meminta agar manajemen maupun dokter di rumah sakit agar disiplin pada ketetapan 30 persen alokasi perawatan pasien COVID-19 sebab saat ini sedang mengalami tren kenaikan kasus.
Baca Juga: Menkes Budi Sebut RS Kini Butuh Tambahan 20 Ribu Nakes: Banyak yang Kena Covid-19
"(Rumah sakit) di Yogyakarta, dari 8.247 tempat tidur, baru sekitar 2 ribuan yang didedikasikan untuk COVID-19. Naikan jadi 4 ribu (tempat tidur). Begitu dia naik jadi 4 ribu, tekanan BOR-nya (keterpakaian tempat tidur rumah sakit), turun dari 90 persen ke 60 persen. Itu strategi nomor satu," katanya.
Strategi kedua adalah penambahan rumah sakit khusus untuk merawat pasien COVID-19. Salah satunya, kata Budi, telah diterapkan di Provinsi DKI Jakarta melalui konversi hingga 50 persen tempat tidur perawatan pasien COVID-19.
"Itu kita lakukan dengan Rumah Sakit Fatmawati, Rumah Sakit Persahabatan dan Rumah Sakit Sulianti Saroso, kita bikin 100 persen untuk COVID-19. Jadi ada tambahan mungkin mendekati 1.000 kamar," katanya.
Strategi ketiga, kata Budi, adalah pembukaan rumah sakit lapangan atau darurat untuk perawatan isolasi dan intensif bila kapasitas konversi tempat tidur pasien COVID-19 sudah melebihi 40 persen dari total fasilitas tempat tidur rumah sakit.
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam strategi ketiga, kata Budi, adalah menggunakan fasilitas yang sudah dilengkapi ruangan, tempat tidur serta fasilitas kamar mandi. "Karena nanti kamar mandinya susah, tempat tidurnya susah, oksigennya harus dalam tabung itu juga susah," katanya.
Strategi itu diterapkan di Rumah Sakit Wisma Haji, Jakarta Timur, sebanyak 900 hingga 1.000 unit ruangan perawatan dan 100 lebih ruang ICU. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat
-
Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa