Suara.com - Pandemi Covid-19 yang memicu karantina kewilayahan secara masif dan global memiliki dampak yang beragam bagi seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga berdampak pada kesehatan mental setiap individu. Tak terkecuali anak-anak dan keluarga yang secara tidak langsung dibatasi untuk tidak beraktivitas di luar rumah.
Banyaknya perubahan yang harus dijalani membuat setiap anggota keluarga kerap harus beradaptasi dengan perubahan.
Riset membuktikan bahwa salah satu aktivitas yang dapat menguras energi orangtua pada masa pandemi adalah menemani sang anak mengikuti kelas online. Hal ini terkadang dapat memunculkan kelelahan dan memicu kemarahan orangtua yang tanpa disadari justru telah diluapkan kepada anak.
Di sisi lain, terkadang dikarenakan keadaan yang mendesak, gadget juga seringkali dijadikan sebagai solusi sementara untuk dapat mengalihkan perhatian anak ketika orangtua disibukkan dengan aktivitas lain yang lebih mendesak. Akibatnya, banyak anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di hadapan layar.
Roslina Verauli, M.Psi., Psi. Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Keluarga, dalam Cussons Kids Inspirative Talkshow, Minggu (25/7/2021), mengatakan bahwa hal utama yang perlu dilakukan orangtua adalah mengelola kecemasan dalam diri sendiri, sehingga tidak memunculkan pengaruh negatif kepada anak.
"Apabila Anda justru sedang merasa cemas akibat ketidakpastian pandemi, biasanya hal tersebut akan mempengaruhi aktivitas anak di rumah. Jadi, penting juga bagi Anda, sebagai orangtua, untuk menjaga rutinitas anak," katanya.
Roslina menambahkan bahwa meski ragam aktivitas anak berkurang akibat pandemi, sebaiknya orangtua mencari cara apa saja yang bisa dilakukan di rumah agar dapat membantu anak merasa lebih tenang. Misalnya, sediakan waktu bermain bersama anak secara rutin.
Sebaiknya, hindari juga aktivitas-aktivitas pasif, seperti duduk menonton televisi atau membiarkan anak bermain gadget terlalu lama tanpa supervisi. Sebab, hal tersebut akan membuat mood anak cenderung kurang baik, dan justru dapat membuat kesehatan psikologis mereka tidak berjalan maksimal.
Menyadari dan memahami bahwa bermain adalah salah satu cara terbaik bagi anak-anak untuk belajar, pada Desember 2020 lalu, Cussons Kids meluncurkan CK Play, aplikasi yang ditujukan untuk anak-anak usia 4 hingga 8 tahun, yang dirancang secara menyeluruh untuk merangsang imajinasi anak-anak serta memberdayakan interaksi dan memperkuat ikatan antara orangtua dan anak. Dan bersamaan dengan peluncuran aplikasi CK Play, diadakan pula kompetisi permainan masing-masing sub-game dari CK Play.
Baca Juga: 5 Cara Atasi Stres dalam Waktu Singkat
Sepuluh pemenang untuk masing-masing sub-game yang dipertandingkan telah diumumkan kemarin, Minggu (25/7/2021), di mana pemenang dari kompetisi ini adalah mereka yang berhasil mengumpulkan skor tertinggi dari masing-masing sub-game tersebut. Pemenang utama dari kompetisi ini akan mendapatkan tabungan pendidikan sebanyak 20 juta rupiah dan juga masih ada beragam hadiah seperti laptop, smartphone, logam mulia dan beragam hadiah menarik lainnya.
Raisa Maldini, Brand Manager Cussons Kids Indonesia, mengatakan, “Pertama kali kami meluncurkan aplikasi CK Play pada bulan Desember 2020, kami sangat senang dengan antusiasme yang kami dapatkan. Diperkaya dengan berbagai fitur interaktif dan kompetisi-kompetisi yang menyenangkan bagi anak dan orangtua, CK Play dikembangkan oleh pengembang aplikasi khusus anak yang terkemuka di Indonesia, Reimajina Studio dan telah bekerjasama dengan Insight Psychology untuk memastikan kredibilitas. Antusiasme yang kami terima sejauh ini sangat menggembirakan. Kami bangga CK Play bisa menjadi teman bermain bagi anak-anak Indonesia di masa pandemi sekalipun.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance