Suara.com - Pada ruangan tertutup, Anda lebih berisiko terinfeksi Covid-19, termasuk saat naik mobil. Dalam hal ini, para peneliti Swansea University telah menyusun panduan untuk mengurangi paparan virus tersebut saat bepergian dengan mobil.
Melansir dari Medical Xpress, tim peneliti yang didukung oleh Institute for Innovative Materials, Processing and Numerical Technologies (IMPACT) ini menyarankan agar semua jendela harus terbuka untuk perjalanan mobil di bawah 30 mph (48 km/jam).
Namun, begitu kecepatan meningkat di atas ini, akan lebih efektif jika hanya dua jendela yang berlawanan, satu di depan dan satu di belakang yang dibuka. Hal ini dilakukan untuk menciptakan aliran udara diagonal.
Misalnya, jendela sisi pengemudi dan jendela sisi penumpang belakang.
"Ketika seorang pasien Covid-19 batuk, air liur yang mengandung virus dikeluarkan dalam bentuk tetesan. Tetesan ukuran besar jatuh dengan cepat ke tanah, sementara tetesan ukuran kecil menguap dengan cepat. Tetesan air liur ini menghilang di udara dalam hitungan detik, tetapi tetesan berukuran kecil melepaskan virus yang terkandung ke udara setelah penguapan, yang dapat bertahan hingga satu jam dan tetap menular," ujar pemimpin proyek Profesor Chenfeng Li.
"Virus dapat bertahan hidup di permukaan dan tetap menular untuk periode waktu yang berbeda, tergantung pada jenis permukaannya. Penyebaran tetesan kecil inilah yang kami fokuskan dalam penelitian kami," imbuhnya.
Studi ini menghasilkan simulasi yang menunjukkan efek dari batuk pengemudi di mobil yang bergerak dengan berbagai kecepatan. Tetesan air liur kecil menyebar dalam berbagai formasi tergantung pada jendela mana yang terbuka.
"Studi transmisi mobil ini memberikan beberapa temuan menarik. Berdasarkan skenario kamiventilasi yang optimal berasal dari keempat jendela yang terbuka untuk mengemudi di kota (hingga 30mph)," ujar Profesor Li.
Namun, mungkin mengejutkan bahwa aliran diagonal dari jendela sisi pengemudi ke jendela sisi penumpang belakang adalah pilihan paling efektif untuk mengeluarkan virus dari mobil saat mengemudi di atas 30mph.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Setelah Indonesia, Masuk Mal di Paris Juga Harus Divaksinasi
Hal ini karena aliran udara yang dominan dan berkelanjutan dari depan ke belakang terbentuk ketika dua jendela yang berlawanan secara diagonal dibuka dan dua lainnya ditutup.
Pada kecepatan mengemudi yang lebih tinggi, aliran udara diagonal yang kuat ini lebih efektif untuk mengeluarkan partikel virus dari mobil daripada aliran udara turbulen yang terbentuk dengan membuka keempat jendela.
Peneliti juga menyimpulkan bahwa duduk di depan jauh lebih aman daripada duduk di belakang. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kontaminasi di bagian belakang mobil, karena aliran udara di dalam mobil sebagian besar bergerak dari depan ke belakang.
Selain itu, tetap menggunakan masker juga bisa membantu mengamankan Anda dari infeksi Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia