Suara.com - Pemerintah Australia masih akan memperpanjang lockdown alias penguncian di sebagian wilayah, meski jumlah kasus COVID-19 telah mengalami penurunan.
Salah satu kota yang mendapat perpanjangan lockdown adalah ibu kota Australia, Canberra. Lockdown diperpanjang hingga 17 September, alias 2 pekan dari sekarang.
"Kurva sedang menurun dan kita bisa mengatasi wabah. Namun, proses ini lambat dan akan makan waktu," kata kepala menteri Wilayah Ibu Kota Australia Andrew Barr kepada para wartawan di Canberra.
Sebagian besar wilayah pantai timur Australia sudah dikenai pembatasan ketat selama berminggu-minggu yang berdampak buruk pada perekonomian setempat, sementara kasus COVID juga masih meningkat.
Canberra pada Selasa melaporkan 13 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam.
New South Wales, negara bagian tempat Canberra berada, melaporkan 1.164 kasus baru, turun dari rekor 1.290 kasus sehari sebelumnya.
Canberra telah tiga minggu menerapkan penguncian setelah serangkaian kasus diyakini berasal dari New South Wales, yang menjadi episentrum atau pusat penyebaran COVID-19 di Australia.
Perpanjangan masa karantina wilayah di Canberra kemungkinan akan segera dilanjutkan dengan langkah serupa oleh negara bagian terpadat kedua di Australia itu.
Victoria, negara bagian yang telah memberlakukan karantina wilayah selama lima pekan, pada Selasa melaporkan 76 kasus baru penularan lokal dalam 24 jam.
Baca Juga: Baterai Mobil Listrik Bermasalah, Hyundai Australia Recall Kona dan IONIQ
Angka itu meningkat dari 73 kasus pada hari sebelumnya.
Kepala Pemerintah Victoria Dan Andrews mengatakan terlalu banyak orang yang masih belum divaksin sehingga pelonggaran lockdown belum bisa dilakukan secara signifikan.
Namun, ia mengatakan Victoria akan merancang garis besar pada Rabu untuk melonggarkan penguncian saat tingkat laju vaksinasi meningkat.
Australia selama ini menggunakan sistem lockdown yang ketat dan karantina untuk membuat tingkat infeksi dan kematian akibat COVID-19 tetap berada di bawah sebagian besar negara-negara yang menjadi perbandingan.
Namun, saat ini varian Delta membuat layanan kesehatan tertekan di tengah upaya vaksinasi yang lambat.
Sejak pandemi COVID-19 mulai melanda, Australia telah mencatatkan hingga 54.000 kasus dan 1.006 kematian. [ANTARA]
Berita Terkait
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pengakuan Luke Vickery Kontak dengan John Herdman Bikin Publik Australia Heboh
-
Prospek Properti Negara Tetangga dan Proyeksi Pasar Global Tahun 2026
-
Prabowo dan PM Australia Teken Traktat Keamanan Bersama
-
Kunjungi Istana, PM Albanese Diajak Prabowo Investasi Tambang Garap Nikel Hingga Emas
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia