Suara.com - Beberapa orang mengaku terinfeksi Covid-19 tidak lama setelah melakukan vaksinasi. Kondisi itu membuat banyak orang menganggap bahwa vaksin Covid-19 tidak efektif.
Padahal, bukan itu penyebabnya. Usia seringkali disebut sebagai faktor risiko yang mapan tetapi bukan satu-satunya kontributor.
Penelitian yang dilakukan oleh aplikasi ZOE COVID Study, yang telah melacak pergerakan Covid-19 selama pandemi. Peneliti telah menemukan individu yang memiliki kondisi kesehatan yang membatasi kemandirian mereka, seperti kelelahan dua kali lebih mungkin untuk tertular infeksi Covid-19 setelah vaksinasi ganda, dan jatuh sakit.
Temuan ini menunjukkan kebutuhan untuk membantu kelompok berisiko.
Orang dewasa yang lemah telah terbukti terpengaruh secara tidak proporsional oleh Covid-19. Tim peneliti King's College London di balik aplikasi ZOE COVID Study menyarankan strategi seperti program booster tepat waktu.
Selain itu mereka juga menyarankan tindakan pengendalian infeksi yang ditargetkan, dan lebih banyak penelitian tentang respons imun terhadap vaksinasi dalam kelompok ini untuk membantu mengatasi masalah tersebut.
Untuk mengumpulkan temuan mereka, para peneliti menganalisis data dari kontribusi Anda, termasuk gejala yang dicatat, tes, dan lebih dari dua juta dosis vaksin pada aplikasi Studi COVID ZOE Inggris antara 8 Desember 2020 dan 4 Juli 2021.
Tim peneliti menilai berbagai faktor, termasuk usia, kelemahan dan area kekurangan dan membandingkannya dengan infeksi pasca-vaksinasi.
Analisis mereka juga menemukan bahwa bagi mereka yang tertular Covid-19 setelah dua dosis adalah:
Baca Juga: Pemkab Sergai Ubah Rumah Dinas Kadis Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
- 73 persen lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit
- 31 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gejala Covid akut.
Tim peneliti menemukan bahwa gejala yang paling umum mirip dengan orang dewasa yang tidak divaksinasi.
Misalnya, anosmia (kehilangan penciuman), batuk, demam, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, semua gejala ini lebih ringan dan lebih jarang dilaporkan oleh orang yang divaksinasi, dan mereka memiliki kemungkinan setengah untuk mendapatkan beberapa gejala pada minggu pertama sakit.
Bersin adalah satu-satunya gejala yang lebih sering dilaporkan pada orang yang divaksinasi dengan Covid-19.
"Jadi, sementara masih ada risiko tertular Covid-19 setelah vaksinasi ganda, ada pengurangan yang jelas dalam risiko dikirim ke rumah sakit, memiliki gejala yang sangat buruk atau terus menderita gejala jangka panjang," tulis mereka.
Sekretaris Kesehatan dan Perawatan Sosial, Sajid Javid mengatakan ini tentang penelitian kami: "Vaksin Covid-19 telah menyelamatkan lebih dari 105.000 nyawa dan mencegah lebih dari 24 juta infeksi di Inggris saja.
"Penelitian ini menggembirakan, menunjukkan bahwa vaksin tidak hanya mencegah kematian tetapi juga dapat membantu mencegah beberapa gejala yang bertahan lebih lama.
“Kami telah menginvestasikan £50 juta dalam penelitian untuk lebih memahami efek jangka panjang dari Covid dan lebih dari 80 layanan penilaian Covid panjang telah dibuka di seluruh Inggris sebagai bagian dari perluasan perawatan sebesar £100 juta bagi mereka yang menderita efeknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur