Health / parenting
Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Potret Tasya Kamila di New York. (Instagram/@tasyakamila)

Suara.com - Anak Tasya Kamila, Arrasya Wardhana Bachtiar, didiagnosis mengalami infeksi jamur di saluran pencernaan. Bocah dua tahun itu pun dirawat di rumah sakit sejak Senin (13/12/2021).

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Arrasya sempat mengalami diare, demam, serta kejang, yang membuat Tasya Kamila sempat panik.

"Ya Allah pengalaman pertama nhalamin anak kejang dan demam," ujar Tasya Kamila dalam Instagram Story-nya.

Meski panik, Tasya mencoba menanganinya sesuai instruksi dokter, yakni tidak memasukkan sendok ke dalam mulutnya.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Infeksi Jamur di Saluran Cerna, Kondisi yang Dialami Anak Tasya Kamila

Menurut laman Kids Health, kejang dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari anak yang menatap hingga gerakan tangan dan kaki yang tidak disengaja.

Anak Tasya Kamila baru saja mengalami kejang [Instagram/@tasyakamila]

Beberapa tanda sebelum kejang terjadi antara lain:

  • Sensasi yang tidak biasa atau kedutan sebelum kejang
  • Menatap, tidak menanggapi siapa pun
  • Kejang otot yang tidak terkendali
  • Kehilangan kesadaran (pingsan)
  • Kencing atau buang air besar yang tidak terkontrol

Apa yang seharusnya dilakukan selama anak mengalami kejang?

Segera meminta bantuan orang lain untuk menghubungi dokter. Apabila sedang tidak ada orang lain, lakukan beberapa hal ini terlebih dahulu, lalu hubungi dokter:

1. Tempatkan anak dengan lembut di lantai atau tanah, dan singkirkan benda-benda di dekatnya.

Baca Juga: Dialami Anak Tasya Kamila, Inilah Jenis Jamur yang Umum Menyebabkan Infeksi Saluran Cerna

2. Baringkan anak dalam posisi miring untuk mencegahnya tersedak air liur atau ludahnya sendiri.

3. Jika anak muntah, bersihkan mulutnya dengan lembut.

4. Kendurkan pakaian di sekitar kepala atau leher.

5. Pastikan anak bernapas dengan baik.

6. Jangan mencoba untuk mencegah anak dari gemetar, ini tidak akan menghentikan kejang dan dapat membuat anak lebih tidak nyaman.

7. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak. Mereka tidak akan menelan, dan memaksa gigi membuka dapat menyebabkan cedera atau menghalangi jalan napas.

8. Jangan beri anak makan atau minum, termasuk pil atau cairan obat apa pun melalui mulut sampai anak benar-benar bangun dan waspada (sadar).

9. Cobalah untuk mencatat berapa lama kejang berlangsung.

10. Anak mungkin mengantuk atau perlu beberapa saat untuk kembali normal setelah kejang. Tetap bersama anak sampai dia bangun dan sadar, dan biarkan anak beristirahat setelah kejang.

Segera larikan ke rumah sakit apabila sang anak mengalami:

  • Kejang lebih dari lima menit
  • Kesulitan bernapas
  • Bibir, lidah, atau wajah membiru
  • Tidak sadar selama lebih dari beberapa menit setelah kejang
  • Jatuh atau mengenai kepalanya sebelum atau selama kejang
  • Mengalami kejang saat berada di dalam air
  • Memiliki gejala yang mengkhawatirkan

Apabila sang anak sudah memiliki kondisi kejang yang terdiagnosis sebelumnya, pastikan dia banyak istirahat dan minum obat sesuai yang diresepkan tepat waktu.

Komentar

terkini