Suara.com - Seorang wanita asal Georgia berani memalsukan kehamilannya demi mendapat keuntungan dari cuti hamil yang tetap digaji oleh perusahaan.
Namun, kebohongan itu dicurigai oleh rekan kerja saat mereka melihat baby bump palsunya terlepas dari perut.
Kebohongan ini dilakukan oleh Robin Folsom (43) pada Oktober 2021 lalu. Ia bekerja sebagai Direktur Urusan Kesternal di Badan Rehabilitasi Kejuruan Georgia.
Ia memberi tahu atasannya bahwa ia sedang hamil dan berencana mengambil cuti hamil, lapor Oddity Central.
Diketahui ia mendapat gaji tahunan sebesar Rp 1,4 miliar dan berhak mendapat Rp 125 juta selama masa cutinya.
Namun, salah seorang rekan kerjanya melihat insiden aneh selama kehamilan palsu tersebut, yakni baby bump Robin tampak lepas dari perutnya.
Itulah yang membuat mereka yakin bahwa Robin mengenakan perut kehamilan palsu.
Kondisinya menjadi aneh setelah Robin diduga melahirkan, saat cutinya dimulai dan ia mengirim beberapa foto bayi baru lahir kepada rekan kerja.
Sang rekan kerja merasa setiap foto yang ia terima memperlihatkan bayi dengan warna kulit berbeda-beda.
Baca Juga: Penampilan Terbaru Lesti Kejora Manglingi usai Melahirkan: Makin Cantik!
Tidak sampai situ, Robin juga mengirim surel kepada bosnya bahwa ia harus beristirahat di rumah selama beberapa minggu atas perintah dokter dan mengarang nama pria yang ia akui sebagai ayah dari bayinya, yakni Bran Otmembebwe.
Tanda-tanda itu mendorong penyelidikan yang mengungkap bahwa tidak ada catatan resmi bahwa Robin Folsom melahirkan.
Bahkan, catatan asuransi kesehatannya tidak menunjukkan biaya apa pun untuk pemeriksaan pranatal atau persalinan. Ini aneh, sebab Robin mengatakan pernah melahirkan anak pada Juli 2020 dan hamil lagi pada Agustus 2020.
Robin mengundurkan diri dari tempat kerjanya pada Oktober 2021, segera setelah diwawancarai oleh penyelidik tentang kehamilan dan cutinya.
Jika terbukti bersalah, Robin Folsom menghadapi hukuman hingga 10 tahun penjara karena penipuan identitas dan lima tahun penjara untuk setiap tuduhan membuat pernyataan palsu.
Dia juga berisiko terkena denda hingga Rp 1,5 miliar apabila terbuti bersalah atas semua tuduhan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?