Suara.com - Demensia merupakan masalah kognitif yang bisa terjadi seiring bertambahnya usia, terutama pada lansia.
Demensia ini bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya minuman. Menurut sebuah studi baru, satu minuman dapat memicu kerusakan kognitif dengan mengecilkan otak.
Ada bukti substansial bahwa ukuran otak itu penting ketika Anda ingin mencegah penurunan kognitif, yang menyebabkan demensia.
Hipotesis telah mengatakan bahwa otak besar dikaitkan dengan kemampuan tinggi untuk mentolerir kerusakan patologis.
Teori ini telah digunakan untuk menjelaskan penyebab banyak pasien dengan penyakit Alzheimer menunjukkan keterampilan kognitif yang baik sebelum kematian.
Beberapa tanda pertama penurunan kognitif mungkin termasuk kehilangan memori, yang merupakan gejala utama demensia.
Badan kesehatan Alzheimer dilansir dari Express, menjelaskan bahwa jenis demensia yang paling umum masing-masing dimulai dengan penyusutan jaringan otak yang mungkin terbatas pada bagian otak tertentu.
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa konsumsi alkohol ringan hingga sedang dikaitkan dengan pengurangan volume otak.
Analisis yang dipimpin oleh para peneliti di University of Pennsylvaniaini , mengambil data dari lebih dari 36.000 orang dewasa.
Baca Juga: Son of Omicron Ditemukan di DIY, Ketua Pokja FKKMK UGM: Vaksinasi Booster Tetap Jadi Kunci
Temuan tersebut dilaporkan dalam jurnal Nature Communications, yang menemukan bukti kuat hubungan antara minum alkohol dan penurunan kognitif.
Tetapi sejumlah besar penelitian lain telah menyelidiki hubungan antara alkohol dan kesehatan otak, dan hasilnya belum konsisten.
Sebelumnya telah ditetapkan bahwa mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat mengecilkan otak, tetapi dosis yang lebih kecil tidak menimbulkan dampak yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius