Suara.com - Virus babi diduga kuat jadi penyebab kematian pasien penerima tranplantasi jantung babi pertama di dunia.
Beberapa waktu lalu, David Bennett lelaki berusia 57 tahun meninggal dunia pada 8 Maret, setelah dua bulan menerima operasi tranplantasi jantung babi.
Pada saat itu jantung yang digunakan sudah dimodifikasi genetik sedemikian rupa, agar bisa diterima tubuh dan sistem kekebalan manusia.
Direktur Program Transplantasi Jantung, Pusat Medis Universitas Maryland, Dr. Bartley Griffith selaku yang melakukan transplantasi, mengatakan berdasarkan tes DNA ditemukan virus babi, porcine cytomegalovirus ditemukan pada tubuh pasien sebelum kematian.
"Kami mulai mempelajari mengapa dia meninggal. Virus mungkin jadi faktor atau bahkan bisa jadi pemicu semua ini," ujar Griffith dalam webinar laporan MIT Technology Review, mengutip Live Science, Sabtu (7/5/2022).
Padahal menurut Griffith, para dokter telah memeriksa jantung babi terkait virus beberapa kali. Tapi sayangnya, tes hanya bisa mendeteksi virus hidup yang bereplikasi atau berkembangbiak, bukan virus yang bersembunyi dan tidak bereplikasi.
Namun 20 hari usai tranplantasi, melalui tes darah virus babi tersebut berada di tingkat yang rendah di tubuh Bennett, dan dokter menduganya sebagai kesalahan pihak laboratorium.
Tapi 40 hari setelah transplantasi, Bennett terus kesakitan dan hasil tes menunjukan kadar virus dalam darahnya meningkat drastis.
Perlu diketahui porcine cytomegalovirus adalah virus spesifik yang ada di babi, dan diyakini tidak bisa menginfeksi manusia.
Namun, virus tiba-tiba bereplikasi di luar kendali pada jantung babi di tubuh Bennett tanpa adanya sistem kekebalan tubuh hewan tersebut yang bisa menekan virus.
Hasilnya dugaan kuat virus ini penyebab peradangan pada pasien.
"Apakah ini berkontribusi pada kematian pasien? Jawabannya jelas, kami tidak tahu, tapi mungkin berkontribusi pada kesehatannya secara keseluruhan," timpal Direktur Asosiasi Pusat Transplantasi Rumah Sakit Umum Massachusetts, Dr. Jay Fishman, yang tidak terlibat transplantasi Bennett.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman