Suara.com - Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih kondusif setelah libur Lebaran 2022 selesai mendapat tanggapan dari Satgas Covid-19.
Dikutip dari situs resmi Satgas Covid-19, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan Satgas Penanganan COVID-19 telah melakukan evaluasi perkembangan pada 8 provinsi terutama pada daerah-daerah tujuan mudik terbesar yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta DI Yogyakarta, Lampung, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Kasus positif, kasus aktif, kematian BOR serta positivity rate kedelapannya terus Mengalami penurunan yang signifikan," kata Wiku, Rabu (11/5/2022).
Perkembangan pada 8 provinsi menjadi pertimbangan utama pelonggaran pengaturan perjalanan di Indonesia. Seiring juga dengan penurunan kasus COVID-19 tingkat Global, sehingga beberapa negara mulai melonggarkan pengaturan perjalanan secara berkala.
Meski demikian, evaluasi indikator perkembangan kasus COVID-19 pada 8 provinsi tersebut cukup penting dilakukan paska periode libur panjang. Dikarenakan dalam periode lebaran dengan tingginya mobilitas masyarakat serta adanya kemungkinan lengahnya protokol kesehatan saat kegiatan berkumpul. Sehingga, tetap ada potensi peningkatan penularan COVID-19 di tengah masyarakat.
Jika melihat kembali pada pembelajaran paska libur panjang sebelumnya, dampak pada perkembangan kasus terlihat pada 2 - 3 minggu setelahnya. Dan hasil evaluasi dapat menjadi antisipasi bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, apabila terjadi kenaikan sedikit kasus, maka segera diatasi.
Pada periode kali ini, evaluasi pada 8 provinsi tersebut perkembangannya cukup bervariasi pada kasus positif, sembuh, meninggal dan kasus aktif serta tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR). Kabar baiknya, secara kasus positif mingguan di seluruh provinsi mengalami penurunan. Pada kasus positif dalam 7 hari terakhir, penambahan tertinggi di DKI Jakarta yaitu 519 kasus dan penambahan terendah di Sumatera Barat sebanyak 6 kasus.
Lalu, pada persentase kesembuhan harian di seluruh provinsi mengalami kenaikan. Data per 9 Mei 2022, persentase kesembuhan di seluruh provinsi sudah lebih dari 90 persen. Dengan tertinggi yaitu DKI Jakarta 98,7 persen, Jawa Barat 98,4 persen dan Sumatera Utara 97,8 persen.
Selanjutnya, pada kasus kematian mingguan di seluruh provinsi dalam 3 bulan terakhir mengalami penurunan. Namun, Jawa Tengah beberapa minggu terakhir masih mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan. Penambahan kematian dalam 7 hari terakhir tertinggi juga di Jawa Tengah yaitu 63 kasus. Sementara penambahan terendah di Sumatera Barat yaitu 0 kasus.
Baca Juga: Pulang dari Kampung Halaman, Satgas Covid-19 Anjurkan Pemudik Lakukan Tes Covid-19 Mandiri
Untuk kasus aktif mingguan di seluruh provinsi mengalami penurunan dan per 8 Mei 2022, penambahan kasus aktif tertinggi di Jawa Barat yaitu 1.598 dan penambahan terendah di Sumatera Barat yaitu 92 kasus.
Pada persentase BOR ruang isolasi rumah sakit rujukan COVID-19, masih terbilang sangat rendah yakni sekitar 0,35 sampai 2,71 persen saja. Jika melihat pada 8 provinsi tersebut, persentase tertinggi di DI Yogyakarta sebesar 2,71 persen. Sementara terendah di Lampung yaitu 0,99 persen.
Kabar baik lainnya, angka positivity rate dari tes PCR terus menurun. Jika pertengahan Maret lalu angkanya lebih dari 30 persen, di minggu lalu turun drastis hingga 1,73 persen orang positif dari total diperiksa. Sayangnya jumlah orang diperiksa mingguan mengalami penurunan. Jika pada pertengahan Maret lalu mencapai lebih dari 1 juta orang diperiksa perminggu, kini angkanya terus menurun hingga minggu lalu sekitar 300 ribu orang.
"Hal ini perlu kita tingkatkan karena semakin banyak yang dites, maka kita akan semakin dapat melihat gambaran penularan COVID-19 yang akurat di tengah masyarakat," lanjutnya.
Disamping itu, yang penting diwaspadai bersama ialah tren kenaikan mobilitas ternyata tidak hanya dialami oleh provinsi tujuan mudik, namun hampir merata pada 33 dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Dari data Google mobility per 06 Mei 2022, kenaikan mobilitas umumnya terjadi pada lokasi ritel dan rekreasi, toko bahan makanan, taman dan pusat transportasi umum. Sementara mobilitas di tempat kerja dan perkantoran secara keseluruhan menurun.
Secara wilayah, kenaikan mobilitas tertinggi pada tempat retail dan rekreasi berada di Sumatera Barat naik 110 persen, Jawa Tengah naik 85 persen dan Lampung naik 81 persen. Pada toko bahan makanan, Sumatera Barat naik 153 persen, Lampung naik 127 persen dan Jawa Tengah naik 118 persen.
Berita Terkait
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
-
9 Penyakit 'Calon Pandemi' yang Diwaspadai WHO, Salah Satunya Pernah Kita Hadapi
-
Ariana Grande Idap Salah Satu Virus Mematikan, Mendadak Batal Hadiri Acara
-
Kasus TBC di Jakarta Capai 49 Ribu, Wamenkes: Kematian Akibat TBC Lebih Tinggi dari Covid-19
-
Anggaran Daerah Dipotong, Menteri Tito Minta Pemda Tiru Jurus Sukses Sultan HB X di Era Covid
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026