Hays mengatakan, cara pikir bukan perokok dinilai lebih efektif daripada memikirkan untuk harus berhenti vaping.
"Itu adalah jenis pemikiran yang jika Anda menggunakannya hanya beberapa detik, kadang-kadang akan sangat efektif membantu orang mengalihkan perhatiannya, sehingga keinginan untuk menggunakan menghilang dengan cepat," ujarnya.
4. Cobalah terapi pengganti nikotin
Ada beberapa pilihan pengganti nikotin, termasuk patch nikotin dan permen karet yang dijual di sebagian besar toko obat. Untuk anak-anak, psikiater merekomendasikan hanya menggunakan terapi pengganti nikotin jika tahap kecanduan sudah sangat parah.
Pengguna vape biasa harus mencoba patch nikotin 14 miligram, kemudian dosisnya dikurangi setelah beberapa minggu.
5. Lakukan konseling
Apabila sulit mengatasi kecanduan tersebut seorang diri, bisa jadi dipelrukan bantuan profesional seperti psikiater. Jangan ragu untuk datang ke fasilitas layanan kesehatan untuk berkonsultasi dengan ahlinya sebelum kecanduan nikotin tersebut berdampak buruk bagi kesehatan.
Berita Terkait
-
Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman
-
Larangan Total Vape Dinilai Berisiko Ganggu Iklim Investasi
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia