Suara.com - Virus corona tidak hanya menimbulkan gejala saat terinfeksi. Penyakit yang memicu pandemi ini juga meninggalkan efek sisa, atau yang dikenal dengan long Covid-19.
Gejala long Covid-19 yang terkenal termasuk kelelahan, kabut, dan bagi sebagian orang, hilangnya penciuman dan rasa dalam jangka panjang.
Namun, sebuah studi baru menemukan bahwa ada gejala yang lebih luas, termasuk rambut rontok, kehilangan libido, inkontinensia dan disfungsi ereksi pada lelaki- dan beberapa orang lebih rentan daripada yang lain.
Dilansir dari NY Post, para peneliti dari University of Birmingham menganalisis catatan kesehatan sekitar 2,4 juta orang di Inggris, menemukan bahwa mereka yang telah terinfeksi Covid-19 melaporkan 63 gejala lebih sering 12 minggu setelah mereka terinfeksi dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi.
Para peneliti dari studi tersebut – yang diterbitkan di Nature Medicine – membagi gejala yang paling umum menjadi tiga kategori: gejala pernapasan, kesehatan mental dan masalah kognitif.
Gejala umum lainnya termasuk kehilangan penciuman, sesak napas, nyeri dada dan demam, mual dan muntah, demam, inkontinensia usus, disfungsi ereksi, anhedonia (kurang nikmat) dan pembengkakan anggota badan.
Studi ini menunjukkan bahwa kelompok orang tertentu lebih mungkin untuk mengembangkan COVID panjang, yaitu perempuan, orang yang lebih muda, dan mereka yang termasuk dalam kelompok etnis kulit hitam, campuran, atau lainnya.
Para peneliti juga melaporkan orang-orang dari latar belakang sosial ekonomi rendah, perokok dan orang-orang yang kelebihan berat badan, obesitas atau memiliki berbagai kondisi kesehatan dikaitkan dengan gejala COVID yang persisten, juga menemukan bahwa jenis kelamin biologis dan etnis juga tampaknya berperan.
Dr. Shamil Haroon, profesor klinis asosiasi kesehatan masyarakat di University of Birmingham dan penulis senior studi tersebut, mengatakan “penelitian ini memvalidasi apa yang telah dikatakan pasien kepada dokter dan pembuat kebijakan selama pandemi.”
Baca Juga: Hari Ini, 48 Kasus Penambahan Covid-19 Baru di Kaltim, 30 Orang Dinyatakan Sembuh
“Gejala long Covid-19 sangat luas dan tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh faktor lain seperti gaya hidup, faktor risiko, atau kondisi kesehatan kronis,” tambah Haroon.
“Gejala yang kami identifikasi harus membantu dokter dan pengembang pedoman klinis untuk meningkatkan penilaian pasien dengan efek jangka panjang dari COVID-19, dan untuk selanjutnya mempertimbangkan bagaimana beban gejala ini dapat dikelola dengan baik.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata