Suara.com - Sebuah penelitian terbaru menemukan monyet-monyet di Ubud, Bali menjadikan batu sebagai mainan seks untuk masturbasi dan digunakan dengan cara menggosoknya ke genital atau alat kelamin mereka.
Mengutip Live Science, Kamis (19/8/2022) penelitian terbaru yang diterbitkan New Scientist menemukan kera ekor panjang atau macaca fascicularis, berulang kali menggosokan batu ke alat kelamin untuk bersenang-senang.
Temuan ini disebut memberikan bukti lebih lanjut terkait hipotesis mainan seks, yang sebelumnya sempat dicari tahu tentang asal usul aktivitas masturbasi dengan bantuan alat.
Tim peneliti menemukan baik monyet jantan dan betina dari kelompok berbeda hampir semuanya menggunakan batu untuk mainan seks mereka.
Meski begitu ada beberapa variasi di antara kelompok monyet, ini karena monyet cenderung pemilih pada batu yang mereka gunakan, dan monyet pejantan yang paling sering ditemukan melakukan aktivitas tersebut.
Berbeda dengan saat peneliti mengamati kera, yang tidak perlu menunggu lama untuk mengamati tingkah lakunya.
"Anda akan melihat bagaimana batu ini diketuk dan digosok secara teratur. Tapi tentu saja tidak setiap saat mereka melakukannya, tapi jika berhenti sejenak untuk mengamati, mereka akan mulai bermain dengan batu tersebut," ujar Peneliti Utama, University of Lethbridge Alberta Kanada, Camilla Cenni.
Sayangnya, Cenni hanya mendokumentasikan kegiatan ini pada satu populasi kera di Bali, Indonesia atau tepatnya Suaka Hutan Kera Suci Ubud. Tapi ia memprediksi, batu digunakan lebih luas oleh hewan mamalia ini.
Adapun hasil penelitian ini adalah kelanjutan penelitian yang dipimpin oleh Cenni sebelumnya, yang diterbitkan di jurnal Physiology & Behavior pada 2020 silam, dengan hipotesis mainan seks pada kera jantung.
Baca Juga: Sisir Area Rel di Matraman, KAI dan Polisi Buru Pelaku Pelemparan Batu ke KA Argo Parahyangan
Peneliti juga menambahkan, karena hewan ini terbiasa diberi makan oleh pengunjung, sehingga waktu untuk mencari makan bisa diminimalisir dan para monyet ini lebih pilih menghabiskan waktu bermain dengan batu.
Berita Terkait
-
Perempuan Berambut Putih yang Tiap Malam Duduk di Atas Batu Nisan
-
BUMI Borong Saham Australia, Ini Alasan di Balik Akuisisi Jubilee Metals
-
PGN dan Dart Energy Teken Perjanjian Jual-Beli Gas Metana Batubara
-
Kemenkeu Matangkan Regulasi Bea Keluar Batu Bara, Berlaku 1 Januari 2026
-
Tekan Impor LPG, ESDM Buka Wacana Beri Subsidi Penggunaan DME
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak