2. Penyidikan Polisi.
Polda Sumatera Barat melakukan investigasi mendalam. Ditemukan bukti dugaan perundungan terhadap Risma Aulia yang bersifat verbal, tekanan mental, hingga kekerasan psikologis. Zara Yupita Azra bersama beberapa nama lain ditetapkan sebagai tersangka.
3. Status Zara Yupita Azra.
Zara Yupita Azra adalah seorang dokter muda (bukan pelajar SMA seperti dugaan awal). Ia merupakan salah satu rekan Risma Aulia di program PPDS. Zara dikenakan pasal terkait perundungan yang berujung kematian (mengacu pada KUHP dan UU terkait kekerasan psikis).
4. Motif Dugaan Perundungan.
Diduga terjadi tekanan akademik, senioritas berlebihan, serta budaya "ospek terselubung" dalam program PPDS. Selain itu, ditemukan ada unsur pemaksaan, intimidasi verbal, serta diskriminasi terhadap Risma Aulia selama menjalani pendidikan.
5. Tindakan Hukum.
Polisi menetapkan beberapa tersangka, bukan hanya Zara, yang kini diproses hukum. Penyidik telah memeriksa puluhan saksi dari kalangan mahasiswa dan dosen PPDS. Proses hukum terhadap Zara dan tersangka lain masih berlangsung dan belum masuk tahap persidangan.
Reaksi Publik dan Institusi
Baca Juga: IDI Geram! Oknum Residen Anestesi Bandung Bakal Dipecat, Ini Penyebabnya!
Kasus ini mengejutkan publik nasional dan memunculkan desakan reformasi besar di dunia pendidikan dokter spesialis. Universitas Andalas menyatakan mendukung penuh proses hukum dan melakukan evaluasi internal terhadap sistem pendidikan PPDS. Sementara itu, Kemenristekdikti dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turun tangan meninjau sistem pendidikan spesialis agar kasus serupa tidak terulang.
Sementara itu dari sisi keluarga Risma Aulia menyatakan tidak akan damai dan mendorong penegakan hukum seadil-adilnya. Mereka menolak upaya penyelesaian secara internal dan menginginkan hukuman maksimal bagi pelaku.
Perkembangan ke depan masih dinamis karena penyidikan terus berjalan. Penetapan pasal yang dikenakan kepada Zara Yupita Azra bisa bertambah atau berubah tergantung hasil penyidikan lebih lanjut.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Sudah Berulang Kali, Ini 7 Fakta Kasus Perundungan Dokter di RSMH Palembang
-
Rekam Mahasiswi Mandi Selama 8 Detik, Dokter PPDS UI Terancam 12 Tahun Penjara
-
Marak Kasus Pelecehan, Kemenkes dan Kemendikti Saintek Akan Rombak Sistem Pendidikan Kedokteran
-
Menkes Ingin Ada Pemeriksaan Psikologi Rutin Buntut Dokter PPDS Lakukan Pelecehan Seksual
-
UI Sesalkan Mahasiswanya Dokter PPDS Jadi Pelaku Pelecehan, Rekam Mahasiswi Sedang Mandi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas