Suara.com - Jerman melonggarkan pembatasan bagi pelancong dari empat negara yang mengalami penurunan kasus COVID-19.
Dilansir ANTARA, lembaga kesehatan masyarakat Jerman pada Senin (5/7) mengatakan Inggris Raya, India, Portugal dan Rusia tidak lagi menjadi daerah varian mengkhawatirkan, sehingga pihaknya mengurangi pembatasan perjalanan bagi pelancong asal negara tersebut.
Keempat negara statusnya diturunkan menjadi daerah dengan insiden tinggi, kata Robert Koch Institute (RKI), yang mengartikan bahwa warga negara mereka kini dapat bepergian ke Jerman dan menjalani karantina 10 hari.
Masa karantina bisa saja dipercepat menjadi lima hari jika mereka terbukti negatif COVID-19.
"Jika anda sebelum memasuki (Jerman) berada di daerah dengan insiden tinggi, tes relevan tidak boleh dilakukan lebih awal dari lima hari setelah masuk," tulis RKI di situs miliknya.
Sebelum adanya perubahan klasifikasi, pelancong dari keempat negara tersebut dilarang tiba di Jerman kecuali warga pribumi, dalam hal ini mereka musti dikarantina selama 14 hari pas kedatangan.
Keputusan, yang berlaku mulai Rabu, muncul setelah Kanselir Jerman Angela Merkel pada Jumat mengatakan bahwa warga Inggris yang sudah divaksin COVID-19 dua kali akan segera dapat bepergian ke Jerman tanpa melakukan karantina setibanya di bandara.
Pada Senin pagi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menetapkan rencana untuk mengakhiri pembatasan COVID-19 sosial dan ekonomi di Inggris dalam waktu dua pekan, sebuah pengujian apakah peluncuran vaksin yang cepat memberikan perlindungan cukup terhadap varian Delta yang sangat menular. [ANTARA]
Baca Juga: Anggap Tak Lagi Negara Mengkhawatirkan, Jerman Longgarkan Pelancong Asal India
Berita Terkait
-
Bayang-bayang Berlin 1936, Jerman Tetap Pertimbangkan Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2036
-
Satu Alasan Bikin Laurin Ulrich Ragu Bela Timnas Indonesia
-
Pengganti Thom Haye Ditemukan! Gelandang Jerman Berdarah Surabaya
-
Targetkan 53 Juta Wisatawan Aman, Askrindo Pastikan Pelancong di Jawa Tengah Terlindungi
-
Kevin Diks Gagal Bawa Poin, Monchengladbach Terkapar di Markas Freiburg Akibat Gol Rebound Ginter
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Pembagian THR Paling Lambat Kapan? Tidak Boleh Dicicil, Cek Batas Waktunya
-
5 Cushion dengan Refill yang Lebih Hemat dan Praktis Mulai Rp70 Ribuan
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
-
Kronologi Pelecehan Seksual Sutradara terhadap Anak di Bawah Umur Berkedok Casting Film
-
Jadwal Buka Puasa Semarang Hari Ini 24 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Mengapa Harus Reapply Sunscreen? Ini 3 Rekomendasi Produknya
-
Cara Mengubah Jadwal Tiket Kereta Api dengan Mudah dan Cepat, Ini Syaratnya
-
6 Lokasi Penukaran Uang Baru Kas Keliling Pintar BI di Jogja, Jangan Sampai Kehabisan
-
Libur Sekolah Lebaran 2026 Berapa Hari? Cek Keputusan Resminya di Sini
-
Beda Pendidikan Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro, Pasangan Alumni LPDP Terancam Blacklist