- Ustazah Mumpuni ditegur setelah membandingkan gaji guru honorer dengan petugas Makan Bergizi Gratis dalam ceramahnya di Banjarnegara.
- Peringatan tersebut muncul agar Mumpuni berhenti menyinggung isu politik karena kondisi Indonesia dianggap sedang dalam situasi genting.
- Mumpuni merupakan pendakwah asal Cilacap yang populer sejak menjuarai ajang Akademi Sahur Indonesia pada tahun 2014 silam.
Kesuksesan yang diraih Mumpuni saat ini tidak datang begitu saja. Ia tumbuh dari keluarga sederhana dan bukan dari kalangan ulama besar ataupun santri.
Sejak usia 5 tahun, Mumpuni sudah terbiasa bekerja keras. Ia pernah menjadi penggembala kambing, berjualan es lilin keliling kampung, hingga mencari keong di sawah untuk dimakan bersama keluarganya.
Meski bukan ulama, ayahnya yang penyuka seni geguritan (puisi Jawa) adalah pelatih tunggalnya.
Sang ayah mengajarkan Mumpuni cara menatap audiens, body language, hingga etika di atas panggung sejak ia masih duduk di kelas 3 SD.
Nama Ustazah Mumpuni meledak di kancah nasional setelah berhasil menyabet gelar Juara 1 Akademi Sahur Indonesia (AKSI) di Indosiar pada tahun 2014. Kemenangan ini menjadi titik balik kariernya sebagai pendakwah profesional.
Karakter Dakwah: "Zainuddin MZ Versi Ngapak"
Banyak jamaah yang menyebut Mumpuni sebagai titisan KH Zainuddin MZ karena kemiripan intonasi dan kemampuannya menguasai panggung.
Mumpuni bahkan sempat dipertemukan langsung dengan almarhum KH Zainuddin MZ saat dirinya masih menjadi da'i cilik.
Ciri khas utama dakwahnya adalah penggunaan bahasa Jawa dialek ngapak. Ia mampu membungkus dalil-dalil agama dengan banyolan segar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat
Kini, jadwal ceramahnya sangat padat. Tak hanya berkeliling pelosok Nusantara, Mumpuni juga kerap diundang untuk berdakwah di hadapan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di mancanegara, seperti Hong Kong dan Taiwan.
Meski kini tengah "diingatkan" untuk tidak bicara politik, Ustazah Mumpuni tetap dipandang sebagai sosok yang berani menyuarakan kejujuran di tengah hiruk-pikuk isu nasional.
Berita Terkait
-
3.000 Massa Geruduk Kantor Gubernur Kaltim, Desak Audit dan Stop Politik Dinasti
-
Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!
-
Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat
-
Apa yang Terjadi Jika Iran Menang Perang? Pengamat Sebut Peta Timur Tengah Akan Berubah
-
Jejak Berdarah Maluku Tenggara: Mengurai Benang Kusut Kematian Nus Kei di Tengah Rivalitas Politik
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL