4. Warga Bergiliran Jaga Pintu Palang Lintasan
Tanpa penjaga atau palang resmi, warga sekitar sana bergotong royong menjaga lintasan secara bergiliran setiap harinya.
Upaya ini dilakukan demi menjaga keselamatan sekaligus sudah jadi bagian aktivitas warga sekitar sehari-harinya.
Jalur lintasan ini padat kendaraan karena digunakan sebagai jalur utama karena akses lebih dekat, ketimbang memutar ke daerah Bulak Kapal yang memakan waktu lebih lama dan jauh.
5. Sering Terjadi Kecelakaan
Informasi dari saksi mata warga sekitar, sering terjadi kecelakaan kendaraan tertemper kereta di perlintasan Jalan Ampera.
Peristiwa tersebut terjadi lima tahun yang lalu. Namun, setelah banyak warga gotong rotong jaga pintu palang perlintasan, kecelakaan jadi jarang terjadi.
Sebelumnya, selain kasus tabrakan kendaraan dengan kereta, tak ada kejadian lain selain kasus bunuh diri di dekat perlintasan.
"Ada yang bunuh diri juga. Ada beberapa kali yang coba bunuh diri tapi udah dihalau bocah-bocah," ucap salah satu warga.
Baca Juga: Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender
Berhubung tidak ada pintu palang resmi, maka warga berinisiatif beli bambu yang digunakan sebagai palang darurat.
Menurut penuturan salah satu warga, pasalnya sudah banyak pejabat yang datang melintasi rel kereta tersebut dan berjanji untuk memperbaikinya.
Namun, sayangnya janji tersebut belum kunjung direalisasikan hingga saat ini.
"Gubernur (Jabar) sudah datang kemarin belum lama, tapi rencana dari jaman baheula, dari jaman Pak (Presiden) Harto (Soeharto)," tuturnya.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan
-
Ini Alasan Ada Gerbong Khusus Perempuan dan Kenapa Letaknya di Belakang
-
Gerbong Wanita Disorot Usai Kecelakaan KRL, Salah Posisi atau Salah Sistem?
-
Potret Dirut KAI Bobby Rasyidin Terduduk Lesu di Depan Kereta Ringsek Bikin Pilu
-
Kesaksian Korban Kecelakaan KRL: Nyawa Selamat Berkat Cooler Bag ASI
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Anggota DPRD Medan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan
-
Memanas! Tiga Anggota DPRD Kota Madiun Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027
-
Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri
-
Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas
-
Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia
-
Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional
-
Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin
-
Klaim Dikriminalisasi Febrie Adriansyah Dipertanyakan, Jangan Semua Tersangka Mengaku Jadi Korban
-
Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
-
Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar