Kunjungi korban bahkan menawarkan pembiayaan rumah sakit silakan dilakukan, akan tetapi proses hukum mesti tuntas.
Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo kepada David Latumahina mendapat perhatian besar. Video perbuatan keji itu viral di media sosial. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam Mahfud MD termasuk yang memberikan peringatan keras.
Dikutip dari laman News Suara.com, bagi Mahfud MD, kasus penganiayaan yang dilakukan anak Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan terhadap anak pengurus Gerakan Pemuda (GP) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel) itu seharusnya tidak berakhir dengan kata damai. Dalam perkara ini, kasus harus diproses lebih lanjut di jalur hukum.
"Tidak ada perdamaian atau pemanfaatan dalam hukum pidana. Untuk perkara ringan memang ada restorative justice. Penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat ini harus diproses hukum," tandas Mahfud MD lewat akun Twitternya @mohmahfudmd.
Ia juga mendorong agar ayah Mario Dandy Satriyo, Rafael Alun Trisambodo diperiksa harta kekayaannya. Terlbih tersangka memamerkan kemewahan di media sosial. Antara lain Jeep Rubicon serta Harley-Davidson.
"Secara hukum administrasi, pejabat yang punya anak dalam tanggungan hedonis dan berfoya-foya harua diperiksa," lanjut Mahfud MD.
Kronologi peristiwa seperti diungkap Kapolres Metro Jaksel Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi adalah Mario mendapat informasi dari teman perempuan bernama Agnes mengalami kejadian tidak baik dari korban.
Berlanjut shareloc, bertemu, dan barang bukti Jeep Rubicon, akhirnya terjadi penganiayaan yang direkam menggunakan smartphone milik Mario Dandy Satriyo yang dilakukan rekan tersangka, yaitu sosok inisial S yang kini menjadi tersangka baru.
"Motif kekerasan terhadap anak itu adalah pelaku melampiaskan amarahnya kepada korban, karena pelaku mendapat informasi dari teman wanita pelaku, saudari A. Bahwa A telah mengalami hal yang tidak baik sehingga tersangka melampiaskan amarahnya kepada korban," jelas Kapolres Metro Jaksel, Rabu (22/2/2023).
Mario mengajak korban David ke sebuah gang menunggang Jeep Rubicon miliknya. Kemudian korban dianiaya hingga mengalami luka serius dan dilarikan ke Rumah Sakit Permata Hijau oleh ayah dari teman korban.
"Dengan melakukan kekerasan memukul, menendang, memukul dan menendang," tambah Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.
Mario Dandy Satriyo dijerat dengan Pasal 76 C juncto Pasal 80 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 351 KUHP, masa hukuman maksimal lima tahun.
Jadi, kedatangan keluarga Rafael Alun Trisambodo, orangtua pelaku Mario Dandy Satriyo ke rumah sakit untuk menjenguk serta menawarkan biaya pengobatan kepada keluarga Jonathan Latumahina, orangtua korban David Latumahina mesti dihitung kunjungan semata, bukan membatalkan kasus berlanjut di meja hijau.
Dan update terkini, keluarga Jonathan Latumahina, orangtua korban David Latumahina menyatakan tidak akan menerima segala macam bantuan pembiayaan dari keluarga pelaku.
Berita Terkait
-
Sambo Pakai Relasi Kuasa atas Richard Eliezer, Mario Juga Terapkan Sama kepada Tersangka Berinisial S?
-
Polisi Gercep, Nama Inisial S Masuk Sebagai Perekam Video saat Mario Dandy Satriyo Menandak Senang Menganiaya Korban
-
Beda Kejadian Mario dan Sambo Ada di CCTV, Selebihnya Pacar dan Istri Punya Peran Senada
-
Dear Mario Dandy Satriyo, Pak Menteri Bilang, "Anak Kader, Anakku Juga. Catat Ini!"
-
Jeep Rubicon Jadi Mencuat Lagi Gara-gara Kasus Mario Dandy Satriyo, Kalau Ingin Harga Budget Ini Pilihannya
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'